Mantan Hakim PTUN Medan Divonis Dua Tahun Penjara

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 20 Januari 2016 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 20 337 1292653 mantan-hakim-ptun-medan-divonis-dua-tahun-penjara-2yGL3EyVPo.jpg Foto Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Ketua Majelis Hakim Tito Suhud menjatuhkan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp200 juta kepada mantan hakim PTUN Medan, Darmawan Ginting.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, yang menuntut Darmawan Ginting dengan pidana 4,5 tahun penjara serta denda Rp200 juta.

"Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp200 dengan subsider dua bulan penjara," kata Hakim Tito di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).

Menurut Majelis Hakim, Darmawan Ginting telah terbukti melanggar Pasal 12 huruf C Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Sehingga majelis hakim mengadili dan menyatakan terdakwa secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-bersama," ujarnya.

Seperti diketahui, terbongkarnya suap di PTUN Medan dimulai dari kasus dana bantuan sosial (bansos) dan bantuan daerah bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013. Kasus ini juga menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus tersebut disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kasus ini sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Berbekal putusan PT Sumut, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya melalui Gerry dari kantor pengacara OC Kaligis.

Ahmad menggugat kewenangan penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumut dalam perkara tersebut ke PTUN. Perkara ini dipegang Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro serta Hakim Amir Fauzi dan Hakim Dermawan Ginting. Ahmad Fuad Lubis pun diputus menang dalam gugatan di PTUN.

Usai membacakan putusan, Tripeni, Darmawan Ginting, Amir Fauzi, Gerry, serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis 9 Juli 2015.

Saat penangkapan, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari ruangan Ketua PTUN Medan. Diduga kuat, mereka menerima uang suap yang diantarkan Gerry, pengacara Ahmad Fuad.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini