KPK Jangan Tebang Pilih di Kasus Bansos Sumut

Salsabila Qurrataa'yun, Okezone · Selasa 19 Januari 2016 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 19 337 1291974 kpk-jangan-tebang-pilih-di-kasus-bansos-sumut-EHXcczUEZT.jpg Jaksa Agung, M Prasetyo (foto: Okezone)

JAKARTA - Puluhan massa yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Anti Korupsi (HAMAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para massa meminta kepada KPK agar memanggil dan memeriksa Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, dan Jaksa Agung HM. Prasetyo dalam kasus SKPD dan uang USD20 ribu.

Koordinator HAMAK, Mahfud Latuconsina meminta lembaga antirasuah itu untuk menindak lanjuti perkembangan terhadap konspirasi kasus Dana Bansos Sumatra Utara (Sumut).

"Ketua KPK harus bekerja dengan cepat dan tegas sehingga tidak adanya tebang pilih dalam menegakkan hukum," ujar Mahfud saat orasi, Selasa (19/1/2016).

Kata dia, keterlibatan Surya Paloh dan HM Prasetyo di dalam kasus ini terkuak setelah adanya pengakuan dari mantan Gubernur Sumatra Utara, Gatot Pujo Nugroho di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu.

Ia pun mengancam, pihaknya akan terus berorasi sampai Ketua KPK memenuhi tututannya yakni memeriksa dan memanggil Surya Paloh dan HM Prasetyo.

"Kami akan terus menuntut KPK untuk memberantas para koruptor yang sudah mengambil uang rakyat," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini