Share

KPK Didesak Periksa Romahurmuziy di Kasus Alih Fungsi Hutan

Rizka Diputra, Okezone · Jum'at 15 Januari 2016 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 15 337 1288800 kpk-didesak-periksa-romahurmuziy-di-kasus-alih-fungsi-hutan-mbDZ5IsUkh.jpg M Romahurmuziy (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Sekelompok pemuda yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Romahurmuziy (Gempar), mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Romy terkait kasus dugaan suap alih fungsi hutan.

Ia menuding Romy berperan dalam revisi Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 673/Menhut-II/2014 tentang perubahan peruntukan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan seluas kurang lebih 1.638.249 hektare dalam alih fungsi hutan di Riau.

"Tidak masuk akal Romy menyangkal keterlibatannya dalam alih fungsi hutan di Riau, karena saat itu Romy menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR yang membidang masalah pertanian, perkebunan, kehutanan, pangan, kelautan dan perikanan," jelas Koordinator Gempar, Ipul di Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Menurutnya, dugaan keterlibatan politikus PPP itu juga diperkuat keterangan para tersangka yakni mantan Gubernur Riau Annas Maamun dan pengusaha kelapa sawit Gulat Medali Manurung.

"KPK harus kembali mendalami keterangan itu dengan memeriksa Romy," tukasnya.

Romy diketahui pernah menjabat Ketua Komisi IV DPR periode 2009-2014. Kasus alih fungsi hutan di Riau ini telah menyeret pengusaha pemberi suap Gulat Manurung sebagai tersangka.

Gulat diduga menyuap Annas agar status hutan tanaman industri (HTI) seluas 140 hektare di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, diubah menjadi area peruntukan lainnya. Dalam operasi tangkap tangan, KPK menyita uang 156 ribu dolar Singapura dan Rp500 juta yang diduga diberikan Gulat kepada Annas

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini