Rio Capella Sebut Ada Tersangka Lain, KPK Harus Selidiki

Achmad Fardiansyah , Okezone · Selasa 22 Desember 2015 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 22 337 1272536 rio-capella-sebut-ada-tersangka-lain-kpk-harus-selidiki-mqrK2ErlTN.jpg Eks Sekjen Nasdem Patrice Rio Capella (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Komisi III Fraksi Partai Demokrat, Didik Mukrianto menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menindaklanjuti keterangan dari Mantan Sekjen NasDem, Patrice Rio Capella, yang menyebut ada pelaku lain dalam kasus Bansos di Sumatera Utara (Sumut).

"Di dalam persidangan, kalau ada fakta-fakta baru, kemudian diduga kuat ada keterlibatan pihak lain. Maka sudah seharusnya KPK untuk menindaklanjuti," katanya kepada Okezone, Selasa (22/12/2015).

Didik menilai, hukum tidak bisa ditawar, siapa pun yang melanggarnya maka harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. "Hukum harus ditegakan tanpa pandang bulu. Hukum ini harus tetap pada indenpendensinya. Tidak berpihak kepada salah satu kelompok. Tidak berpihak kepada salah satu pihak. Jika terindikasi adanya pelanggaran harus dilakukan tindakan preventif," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Rio diketahui divonis hukuman satu tahun enam bulan kurungan serta denda Rp50 juta subsider satu bulan penjara.

Rio ditetapkan KPK sebagai tersangka lantaran diduga menerima hadiah atau janji terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) yang menyeret Gubernur nonaktif Sumut Gatot Pujo Nugroho di Kejaksaan Tinggi Sumut dan Kejaksaan Agung.

Sementara itu, Gatot Pujo dan istrinya Evy Susanto juga dijerat sebagai tersangka dalam kasus yang sama lantaran diduga sebagai pemberi. Sedangkan uang yang diterima Rio Capella sebesar Rp200 juta.

Rio Capella dinyatakan terbukti melanggar pasal 12 huruf a, huruf b atau pasal 11 Undang-undang nomer 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam undang-undang nomer 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini