Share

Penggugah Foto Jokowi-Nikita Mirzani Resmi Ditahan

Bayu Septianto, Okezone · Jum'at 18 Desember 2015 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 18 337 1270126 penggugah-foto-jokowi-nikita-mirzani-resmi-ditahan-MwCTMoLyaH.jpg

JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menahan Yulianus Paonganan alias Ongen, pemilik akun Twitter @ypaonganan yang mem-posting foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Nikita Mirzani dan membubuhkan hashtag atau tagar dengan kata-kata tidak terpuji.

Ongen resmi ditahan setelah kemarin ditangkap aparat polisi dari Subdit Cyber Crime Bareskrim Polri di kediamannya, Pejaten, Jakarta Selatan, dan juga telah menjalani pemeriksaan. "Iya benar, terhadap tersangka YP alias Ongen telah dilakukan penahanan," ujar Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kombes Agung Setya saat dihubungi.

Hal yang sama juga diakui kuasa hukum Ongen, Suhardi Sumomoeljono yang membenarkan bila kliennya telah ditahan setelah menjalani pemeriksaan dan mendapati 15 pertanyaan.

"Tadi itu dalam BAP kira-kira 15 pertanyaan pokok dengan pengembangannya. Intinya Yulianus Paonganan posisinya ditahan mulai hari ini tanggal 17 Desember sampai 20 hari ke depan," jelas Suhardi.

Suhardi menambahkan penahanan terhadap kliennya itu telah dilakukan penyidik sesuai prosedur dan telah diberitahukan pula ke keluarga tersangka. "Pemberitahuan penangkapan dan penahanan sudah disampaikan ke keluarga. Sesuai prosedur," tukas Suhardi.

Seperti diketahui, Ongen dikenakan pelanggaran tindak pidana penyebaran konten pornografi sesuai Pasal 4 ayat (1) huruf a dan huruf e jo Pasal 29 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman pidana penjara minimal enam bulan dan paling lama 12 tahun serta denda antara Rp 250 juta hingga Rp 6 miliar.

Tersangka Ongen juga dikenakan Pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini