Politikus PDIP Divonis Tiga Tahun Penjara

Bayu Septianto, Okezone · Senin 23 November 2015 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 23 337 1254565 politikus-pdip-divonis-tiga-tahun-penjara-7GeTtY2yW8.jpg Politikus PDIP Andriansyah (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis tiga tahun penjara terhadap terdakwa kasus dugaan suap perizinan tambang di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Adriansyah.

"Menjatuhkan pidana selama tiga tahun dan denda sebesar Rp100 juta, apabila tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan satu bulan," kata Hakim Ketua Tito Suhud saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015).

Adriansyah dinyatakan terbukti melanggar Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana, sebagaimana dakwaan kedua.

Adriansyah dinyatakan terbukti menerima suap sebesar Rp1 miliar, USD50 ribu, dan SGD50 ribu dari Andrew Hidayat. Suap dari Andrew tersebut diterimanya melalui perantara ajudan Andrew, Agung Krisdiyanto.

Pemberian uang tersebut dilakukan sebanyak empat kali dalam rentang waktu antara lain pada 13 November 2014, 21 November 2014, 28 Januari 2015, dan 9 April 2015, di mana saat itu digagalkan penyidik KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) di Bali bertepatan dengan Kongres PDIP.

Andrew Hidayat sendiri sudah divonis dua tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Atas vonis tersebut, Adriansyah yang saat ditangkap merupakan anggota Komisi IV DPR RI dari Partai PDIP ini menyatakan menerima hukuman yang dijatuhkan majelis hakim kepada dirinya.

"Saya menerima apa yang diputuskan majelis hakim," jawab Adriansyah kepada majelis hakim.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pikir-pikir terhadap putusan tersebut. Mengingat vonisnya lebih rendah dari tuntutan JPU KPK yang menuntut terdakwa dengan pidana selama lima tahun tiga bulan penjara dan membayar denda sebesar Rp250 juta subsider kurungan selama empat bulan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini