Korban Salah Tangkap, Kasir Karaoke Ngadu ke Kemenkumham

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 20 November 2015 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 20 337 1252964 korban-salah-tangkap-kasir-karaoke-ngadu-ke-kemenkumham-IqpRYGldQz.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Sri Mulyani, korban salah tangkap, mencari keadilan di Kantor Kemenkumham. Pasalnya, uang ganti rugi terhadap dirinya belum diberikan usai dinyatakan tidak bersalah setelah ditahan selama 13 bulan dalam kasus mempekerjakan anak di bawah umur di sebuah tempat karaoke di Semarang.

Guntur Perdamaian, kuasa hukum Sri Mulyati, menjelaskan kedatangannya ke Kantor Kemenkumham karena ingin memberikan efek jera kepada para penegak hukum yang telah sembarangan menetapkan bersalahnya seseorang.

Menurut dia, pemberian ganti rugi tersebut merupakan tindakan yang tidak institusional. Pasalnya, kerugian tersebut ditanggung oleh negara.

"Seharusnya negara tidak menanggung uang ganti rugi penegak hukum yang salah menetapkan putusan hukum seseorang harusnya diberikan sanksi," kata dia, di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Dia menuturkan, kesalahan putusan pemberian hukum terhadap kasir karaoke ini merupakan pembelajaran bagi para penegak hukum di Tanah Air. Sebab, kesalahan tersebut berdampak pada kerugian negara yang harus memberikan ganti rugi memakai keuangan negara.

"Korban peradilan sesat seperti Bu Sri haknya harus diberikan, dan akan kita pantau dari proses peradilan. Ganti ruginya bisa itu Rp7 juta putusannya. Rp5 juta itu putusan dan Rp2 juta ada dendanya," pungkas dia.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini