nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Instruksikan Sampah DKI Dibuang ke Bantargebang

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Jum'at 13 November 2015 23:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 11 13 337 1249145 presiden-jokowi-instruksikan-sampah-dki-dibuang-ke-bantargebang-axmcaNtDyf.jpg Presiden Jokowi (ANTARA)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja (Ahok) menyambangi Istana memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo, Jumat (13/11/2015). Dalam pertemuan tersebut, Ahok mengatakan dirinya berterima kasih pada Presiden yang telah mengeluarkan instruksi agar truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta bisa melintas 24 jam ke Bantargebang, Bekasi.

"Ya, terimakasih lah soal sampah. Beliau memberi perintah ke polisi juga," ujar Ahok saat dikonfirmasi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sebagaimana diketahui, kisruh sampah membuat truk milik DKI hanya bisa melintas pada pukul 21.00 hingga 05.00 WIB yang berimbas pada menumpuknya sampah di sejumlah wilayah di Jakarta karena belum sepat terangkut. Sampai akhirnya, Jokowi mengintruksikan agar truk-truk sampah itu bisa melintas 24 jam.

Rasa terima kasih Ahok kepada pihak kepolisian, lantaran telah membantu jajarannya dengan cara mengawal truk-truk sampah yang sempat mendapat hadangan oleh warga Cileungsi, Bogor, beberapa waktu lalu. Akibatnya, truk sampah milik DKI itu harus mengantre selama berjam-jam untuk dapat membuang muatannya.

"Ya, (polisi) supaya tindak dong, masak kalah sama preman," ujarnya.

Sementara, untuk tujuan utama dirinya menemui Jokowi adalah membicarakan soal kapal sapi yang menyuplai daging di Jakarta yang rencananya akan dikelola oleh PT Dharma Jaya selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Aku lagi ngomong soal sapi saja. Kan beliau waktu jadi Gubernur MoU sama NTT, sama NTB, Sulsel. Sekarang sudah jadi dua kapal, beliau mau sambut ke sini. Saya juga mau ke Mentan, supaya PT Dharma Jaya yang potong, yang beli, terus yang jual ke pasar jaya. Terus kita pengen tidak mau kuasai seluruh pemain, tapi kita tidak pengen kalah, kita punya pasar," ujarnya.

"Target kita 30 persen, terus impor sapi juga bisa diberikan pada Dharma Jaya. Kita harapkan bisa menahan laju inflasi khususnya dari soal daging ini," imbuhnya.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini