Gelar Rakernas, PP Akan Tentukan Sikap Politik

Arief Setyadi , Okezone · Jum'at 13 November 2015 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 13 337 1248581 gelar-rakernas-pp-akan-tentukan-sikap-politik-zSwXVsg9Ru.jpg Wakil Ketua MPN PP, Yorrys Raweai (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-I pada 12-15 November 2015. Rakernas yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta itu di antaranya membahas berbagai persoalan bangsa termasuk menentukan sikap politik PP.

"Kita akan mengeluarkan pernyataan politik, sikap Pemuda Pancasila secara keseluruhan untuk pemerintah, bangsa, negara, dengan tujuan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai ideologi bangsa," kata Wakil Ketua MPN PP Yorrys Raweai, dalam keterangannya,  Kamis (12/11/2015).

Menurut Yorrys, setiap langkah PP selalu didasari pemikiraan untuk kepentingan bangsa. Terlebih sejak PP menjadi organisasi masyarakat (ormas) 10 tahun silam. Sehingga PP ingin menguatkan konsolidasi dan kaderisasi untuk mencapai tujuan demi kepentingan bangsa Indonesia.

"10 tahun lalu kita melakukan konsolidasi dan kaderisasi pembentukan lembaga-lembaga dalam rangka penguatan menjadi ormas. Maka November tahun lalu, kita bikin Munas ke-9. Kita canangkan bahwa kita sekarang ini mulai konsisten dalam setiap gerak langkah organsiasi ini, berpikir secara makro karena kelembagaan kita sudah bentuk semua," ujarnya.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua MPN PP Yapto Soerjosoemarno dan rencananya akan dibuka pada hari ini, Jumat (13/11/2015). Rakernas tersebut juga akan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Yudi Latif, Letjen (purn) Kiki Syahnakri, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menko Polhukam Luhur Binsar Panjaitan, serta lainnya.

Sementara itu, Menteri Tjahjo mengatakan, dialog kebangsaan yang dilakukan saat ini merupakan momen yang tepat terlebih untuk membangun pemahaman bangsa terhadap nilai Pancasila dan UUD 1945.

"Seperti adanya dialog kebangsaan ini merupakan momen yang tepat, yang dilakukan Mas Yapto, untuk membangun bangsa dan negara kembali kepada pemahaman yang komprehensif tentang Pancasila dan UUD 1945," pungkas Tjahjo.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini