Share

Wakil Ketua Komisi VII Dicecar soal Rapat dengan Dewie Limpo

Feri Agus Setyawan, Okezone · Rabu 04 November 2015 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 04 337 1243631 wakil-ketua-komisi-vii-dicecar-soal-rapat-dengan-dewie-limpo-k07iMKaZAq.jpg Politikus Partai Hanura Dewie Yasin Limpo (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat, Mulyadi telah rampung menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia yang diperiksa sebagai saksi dicecar soal rapat di DPR yang juga dihadiri anggota Komisi VII DPR, Dewie Yasin Limpo selaku tersangka dalam kasus ini.

"Saya sekadar memimpin rapat, saat itu Bu Dewie berbicara beberapa hal. Tadi dikonfirmasi (sama penyidik), apa saya memimpin rapat, iya," ujarnya usai diperiksa, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2015).

Politikus Partai Demokrat ini mengaku mengenal Dewie Limpo selaku rekan satu komisi yang sering rapat bareng. Menurut dia, pertanyaan dari penyidik lembaga antirasuah juga berkaitan dengan bagaimana mekanisme memimpin rapat di DPR.

"Saya memimpin rapat, ditanya mekanismenya memimpin rapat di DPR," tukasnya.

Seperti diketahui, Dewie ditetapkan tersangka bersama empat orang lainnya. Mereka di antaranya, Staf Ahli Dewie, Bambang Wahyu Hadi, Sespri Dewie, Rinelda Bandaso, Kepala Dinas ESDM Kabupaten Deiyai, Irenius Adii, serta petinggi PT Bumi Abdi Cendrawasih, Setiadi Jusuf.

Mereka berlima diduga tengah bertransaksi suap terkait terkait usulan penganggaran proyek pembangunan infrastruktur energi terbarukan tahun anggaran 2016 di Kabupaten Deiyai, Papua. KPK juga berhasil mengamankan uang yang diduga bagian suap sebesar 177.700 Dolar Singapura dari tangan mereka.

Pemeriksaan Perdana Dewie Yasin Limpo

Iranius dan Setiadi yang diduga pemberi suap disangka Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara, Dewie Limpo, Rinelda dan Bambang diduga sebagai penerima suap. Mereka diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini