Koruptor Nilep Dana Bencana Alam Bisa Dihukum Mati

Feri Agus Setyawan, Okezone · Senin 02 November 2015 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 02 337 1242452 koruptor-nilep-dana-bencana-alam-bisa-dihukum-mati-0HKvZw8V5B.jpg Plt Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Adnan Pandu Praja mengatakan, pelaku tindak pidana korupsi dapat dijatuhi hukuman mati.

Menurut dia, ada aturan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang di dalamnya mengatur mengenai ancaman hukuman bagi koruptor.

"Koruptor bisa dihukum mati. Ada pasalnya, yaitu untuk mereka yang korupsi uang bencana alam," kata Adnan, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2015).

Dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, hukuman mati untuk koruptor tercantum dalam Pasal 2. Pada Pasal 2 ayat 1 mengatur mengenai perbuatan memperkaya diri dan orang lain yang dapat merugikan keuangan negara.

Kemudian, pada ayat 2, disebutkan bahwa dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan.

Keadaan tertentu yang dimaksud dalam ketentuan ini dimaksudkan sebagai pemberatan bagi pelaku tindak pidana korupsi apabila tindak pidana tersebut dilakukan pada waktu negara dalam keadaan bahaya sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku, pada waktu terjadi bencana alam nasional, sebagai pengulangan tindak pidana korupsi, atau pada waktu negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter.

Lebih lanjut, Pandu menjelaskan, jika terjadi korupsi di tengah penanganan bencana asap yang saat ini terjadi di sejumlah daerah dapat dijerat dengan hukuman mati asalkan telah memenuhi unsur-unsur dalam pasal tersebut.

"Ini misalnya asap. Hati-hati, ini bisa masuk kategori yang ancamannya hukuman mati," tukasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini