PDIP: Hanya Tuhan yang Bisa Hilangkan Kabut Asap

Regina Fiardini, Okezone · Senin 26 Oktober 2015 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 26 337 1238354 pdip-hanya-tuhan-yang-bisa-hilangkan-kabut-asap-zUxmIvl6YF.jpg Politikus PDIP Aria Bima (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Penanganan kabut asap ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Terbukti hingga kini masalah kebakaran hutan yang berdampak pada kabut asap justru semakin parah dan meluas hingga ke Maluku dan Papua.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima pesimis jika pemerintah bisa menangani kabut asap. Menurutnya, hanya Tuhan yang mampu mematikan kabut asap yang mengakibatkan ratusan manusia meninggal dunia akibat mengalami inspeksi saluran pernapasan.

"Saya enggak yakin asap bisa dihentikan. Hanya Allah yang bisa menghentikan asap dengan hujan deras. Tanpa hujan deras enggak mungkin asap bisa berhenti," kata Aria dalam diskusi tentang 'Satu Tahun Kabinet Kerja: Kinerja Sudah Terasa?', di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015).

Sebaliknya, Aria justru menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) fokus terhadap penanganan korban dengan memindahkan mereka ke tempat pengungsian. Mengingat fokus terhadap cara mematikan asap adalah suatu hal yang sia-sia.

"Lebih baik adakan istighasah atau dzikir bersama. Kita meminta kepada Allah agar menurunkan hujan deras," ujarnya.

Dikatakan Aria, selama menangani masalah kabut asap. Pemerintah sudah beberapa kali melakukan rapat guna mengatasi masalah tersebut, namun ternyata tak kunjung mendapat hasil.

"Tidak tahu juga kan bisa selesai kapan? Memang sulit diatasi manusia. Jadi jangan hanya berorientasi selesaikan kabut asap, tapi lebih kepada penanganan korban," imbuhnya.

Arya menambahkan, sudah 10 tahun lamanya bencana kabut asap menjadi agenda tahunan dan tidak ada yang bisa menangani hal tersebut. Apalagi munculnya kabut asap juga dikarenakan belum ditangkapnya pelaku pembakar hutan.

"Menangkap pelaku pembakar hutan penting untuk mendapatkan efek jera. Karena selama 10 tahun terakhir enggak ada yang bisa menangani. Padahal, ini adalah kejadian pelanggaran kemanusiaan," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini