nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Saya Dapat Medali Koruptor"

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2015 20:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 10 05 337 1226629 saya-dapat-medali-koruptor-v2dcVzZu0r.jpg Ilusrasi KPK

JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangun wisma atlet SEA Games, Jakabaring, Palembang, Rizal Abdullah tak bisa membendung air matanya saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Dia menangis saat ditanya hakim mengenai perbuatannya dalam mega proyek tersebut.

"Apakah saudara terdakwa menyesal telah membangun wisma atlet?" tanya hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2015).

Mendapat pertanyaan tersebut, Rizal yang merupakan Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 yang menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah tersebut sempat terdiam dan menunduk.

"Saya mau nangis. Pertanyaanya emosional itu," ujarnya sambil tersedu kemudian menyeka airmatanya.

Rizal pun merespons pertanyaan dari salah satu Majelis Hakim itu. Diamana anak buah Alex Noerdin itu mengungkapkan penyesalannya yang timbul ketika melihat atau mendengar ada berita banyak atlet Indonesia yang mendapat medali dalam sebuah kompetisi.

"Kalau kita lihat atlet kita dapat medali. Mereka bisa membangun rumah. Bahkan ada yang menaikkan haji bapaknya. Sementara Rizal Abdullah dapat medali koruptor. Itu nasib saya," tutur Rizal meneteskan air mata.

Seperti diketahui, Rizal Abdullah selaku Ketua Komite pembangunan Wisma Atlet ini, didakwa menerima uang tunai sebesar Rp350 juta dari PT Duta Graha Indah (DGI) yang kini berubah nama menjadi PT Nusa Kontruksi Engineering selaku pemenang proyek tersebut.

Rizal juga menerima berbagai fasilitas seperti pembayaran Golf Fee Riverside Club Bogor Rp 6 juta, akomodasi menginap di Hotel Santika Jakarta Rp3,7 juta, tiket pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Sidney-Jakarta atas nama Rizal, istrinya Meriana Arsyad dan anak-anaknya, Lisa Ramayanti dan Yulia Ramaputri.

Atas perbuatan itu, Rizal diancam pidana Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini