Dua Terpidana Pembunuh Dua Bos yang Gugat UU Grasi

Dara Purnama, Okezone · Selasa 22 September 2015 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 22 337 1218696 dua-terpidana-pembunuh-dua-bos-yang-gugat-uu-grasi-BxbvDx5lO0.jpg Antasari Azhar -kanan- (foto: Okezone)

JAKARTAAtasari Azhar dan Su’ud Rusli merupakan dua orang terpidana yang menggugat Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2010 tentang Grasi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Antasari sendiri merupakan terpidana 18 tahun penjara atas kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasruddin Zulkarnaen, dan Su’ud Rusli terpidana mati atas kasus pembunuhan Direktur PT Asabar Budyharto Angsono.

“Pak Antasari tahu. Tapi beliau sedang asyik dengan asimilasinya dan saat ini sibuk bekerja. Justru waktu beliau di penjara mungkin bisa datang ke sini (MK) karena nganggur. Karena dapat asimilasi dan kerja di kantor notaris, beliau fokus bekerja kerja sekarang karena awal-awal kuatir dikira tidak kerja, ya dia merestui saja,” kata pengacara Antasari, Bo Yamin kepada Okezone usai sidang di MK Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (22/9/2015).

Kendati demikian, untuk menjadi pemohon ataupun memberikan kuasa untuk menggugat UU Nomor 5 Tahun 2010 ini, menurut Yamin, Antasari Azhar belum memiliki keinginan.

“Untuk memberikan kuasa dan menjadi pemohon beliau belum berkeinginan. Sementara ini dia serius dan konsentrasi melakukan asimilasi. Kalau jadi pemohon kan enggak kerja, kantor notarisnya juga complain nanti,” tambah Bo Yamin.

Sidang gugatan terhadap UU Grasi sebelumnya sudah digelar MK. Pada sidang perdana Rabu 9 September 2015, MK menggelar sidang dengan menghadirkan terpidana mati Su’ud Rusli selaku pengugat.

Su’ud merupakan mantan anggota TNI yang dipidana di Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang telah diputus 2005. Pada saat menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan Porong Kelas I Surabaya. Su’ud pernah mencoba melarikan diri karena diperlakukan semena-mena.

Su’ud yang berpangkat Kopral Dua Marinir AL, didakwa atas perkara pembunuhan Direktur PT Asabar Budyharto Angsono. Ia melakukan pembunuhan itu dengan alasan atas pengaruh dari perintah atasan yaitu Letda Syam Ahmad Sanusi selaku atasannya.

Su’ud akhirnya dijatuhi pidana mati dikarenakan tidak pernah berani mengungkapkan peristiwa yang sebenarnya dan semata-mata menjaga jiwa korsa dan melindungi atasannya untuk pasang badan.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini