Antasari Azhar Gugat UU Grasi

Dara Purnama, Okezone · Selasa 22 September 2015 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 22 337 1218678 antasari-azhar-gugat-uu-grasi-Ra5InR0f9D.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Mantan Ketua KPK Antasari Azhar melalui kuasa hukumnya menggugat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010 tentang Grasi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Antasari menggugat ketentuan pada Pasal 7 ayat 2 yang mengatur pengajuan grasi paling lama diajukan satu tahun sejak putusan memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht).

Kuasa Hukum Antasari Azhar, Bo Yamin, mengatakan dirinya secara pribadi mengajukan sebagai pemohon. Ketika Antasari mengajukan grasi, dia adalah kuasa hukum yang membantu. Ia menilai dengan ketentuan yang ada pada Pasal 7 ayat 2 tidak bisa memberikan pembelaan bagi Antasari.

“Saya mengajukan diri secara pribadi saja bukan mewakili Pak Antasari dalam posisi ini. Saya selaku warga negara yang terbiasa membela warga yang mengajukan grasi. Kaitannya dengan Pak Antasari itu kemarin mengajukan grasi terus saya kuasa hukumnya. Karena ada aturan itu (UU Nomor 5 Tahun 2010) kerugian saya tidak bisa membela Pak Antasari untuk mendapatkan grasi,” kata Yamin kepada Okezone usai sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (22/9/2015).

Pengajuan grasi, kata dia, diajukan maksimal satu tahun semenjak putusan inkrah. Sepanjang pengetahuannya khusus untuk kasus Antasari Azhar belum ada keputusan resmi.

“Tapi dari statement di istana tidak berani memberikan grasi karena khawatir dituduh melanggar UU Nomor 5 Tahun 2010. Jadi karena ada yang mengajukan pasal ini saya ikut bergabung kasihan jika memberikan grasi kepada seseorang, presiden dimakzulkan," sambung dia.

Menurutnya upaya yang ditempuh Antasari untuk mengajukan grasi sudah dilakukan sejak tahun 2015. Sementara putusan inkracht nya sudah pada 2009. Sehingga untuk pengajuan grasi sudah pasti menabak pasal 7 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 2010.

Seperti diketahui, Antasari Azhar adalah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diberhentikan secara tetap dari jabatannya pada 11 Oktober 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setelah diberhentikan sementara pada 6 Mei 2009. Pada 11 Februari 2010 Antasari divonis hukuman penjara 18 tahun karena terbukti bersalah turut serta melakukan pembunuh terhadap Nasrudin Zulkarnaen.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini