nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PT DGI "Main Mata" soal Penawaran Proyek Wisma Atlet

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Senin 21 September 2015 16:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 09 21 337 1218251 pt-dgi-main-mata-soal-penawaran-proyek-wisma-atlet-4n5xFfWZCf.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - PT Duta Graha Indah (DGI) pernah meminta PT Wijaya Karya membuat penawaran harga yang lebih mahal saat mengikuti proses tender proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Permintaan tersebut dilakukan agar PT DGI bisa dengan mudah mendapatkan proyek itu.

Pengakuan itu dilontarkan mantan Manajer Pemasaran PT Wijaya Karya Mulyana yang hadir sebagai saksi untuk terdakwa Rizal Abdullah. Dia dicecar oleh Hakim Ketua Sutio Jumagi Akhirno ihwal penawaran harga yang diserahkan PT WK, dalam mengikuti proses tender proyek Wisma Atlet.

"Untuk harga penawaran, disiapkan sendiri oleh PT WK?" tanya Hakim Sutio di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2015).

Saat menjawab pertanyaan itu, Mulyana enggan mengungkapkan langsung bahwa harga penawaran itu dibuat berdasarkan dokumen yang diserahkan PT DGI. Dia justru mengaku tak mengetahui soal pertanyaan Hakim Sutio itu.

"Waktu itu saya tidak tahu persis. Pendaftaran tender, prakualifikasi, hingga penawaran ikut pak," ujar Mulyana.

Mendengar jawaban itu, Hakim Sutio langsung membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) milik Mulyana, ketika diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam BAP itu, Mulyana mengaku pernah bertemu dengan Muhamad El Idris, selaku Manajer Pemasaran PT DGI.

"Kenal sama El Idris? Pernah bertemu? Kalau di BAP saudara poin 7, 'saat itu El Idris menyampaikan ke saya, bahwa PT DGI yang akan melaksanakan proyeknya," tanya Hakim Sutio.

"Kenal (El Idris), pernah datang, dia minta bantuan agar PT WK mendukung DGI ikut tender wisma atlet, sebagai pendamping. Menurut beliau (El Idris) proyek ini sudah ada yang ngatur, beliau sebut nama ibu Rosa. Saat itu yang kami ketahui, dia (Rosa) adalah utusan dari pejabat, sangat kuat. Menurut beliau pejabat itu adalah bapak Nazaruddin," jawab Mulyana membenarkan pertanyaan Hakim yang bacakan keterangan dalam BAP dirinya.

Hakim Sutio lantas bertanya soal harga penawaran yang diberikan PT WK kepada panitia proyek Wisma Atlet Palembang. "Mengenai harga penawaran, yang bikin siapa? Apa ada komunikasi lagi dengan PT DGI? Data harga dari PT DGI?" cecarnya.

"Saat itu tugas kami menyiapkan administrasi teknis Pak. Betul (ada komunikasi lanjutan dengan DGI). Betul data harga dari PT DGI, (harga PT WK) iya lebih tinggi," respon Mulyana menceritakan yang sebenarnya.

Seperti diketahui, dalam kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 Jakabaring Palembang ini, PT DGI terbukti bekerja sama secara tidak sehat dengan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dalam hal ini mantan Sekretaris Menpora, Wafid Muharam, termasuk dengan Ketua Komite Pembangunan, Rizal Abdullah.

Supaya mendapatkan proyek tersebut, PT DGI yang sekarang telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering (NKE) itu, rela memberikan fee terhadap pihak terkait seperti, Wafid, Rizal dan beberapa panitia pengadaan lainnya.

Pihak PT Nusa Konstruksi yang telah terbukti bersalah adalah Muhammad El Idris. Dia divonis hukuman pidana penjara selama dua tahun serta denda sebesar Rp200 juta oleh Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Rizal Abdullah sendiri didakwa bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Wisma Atlet SEA Games dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2010-2011. Rizal selaku Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp54,7 miliar.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini