Antasari Harusnya Buka-bukaan, Bukan Malah Ketakutan

Arief Setyadi , Okezone · Kamis 17 September 2015 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 16 337 1215593 antasari-harusnya-buka-bukaan-bukan-malah-ketakutan-5RLISrha3E.jpg Eks Ketua KPK Antasari Azhar (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Peneliti Indonesian Legal Roundtable Erwin Natosmal Oemar, mengatakan, eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar harusnya berani buka-bukaan terhadap kasus korupsi yang diketahuinya. Bukan malah merasa ketakutan terkait dengan asimilasi yang dijalaninya.

"Saya akan menaruh hormat ke Antasari jika dia buka-bukaan terhadap kasus korupsi apa yang sedang dia ungkap di KPK, sehingga publik dapat memahami kekhawatirannya itu. Harusnya begitu jika dia yakin apa yang diperjuangkannya benar. Publik akan mendukungnya," ujarnya kepada Okezone, Kamis (17/9/2015).

Erwin menilai, kekhawatiran yang ditunjukkan Antasari sesuatu yang berlebihan. Lagi pula dia bukanlah seorang whistleblower atau orang sedang membantu mengungkap kasus korupsi.

"Menurut saya itu kekhawatiran yang berlebihan, karena Antasari bukan seorang whistleblower atau orang yang sedang mengungkap kasus korupsi yang memiliki magnitude besar. Saya agak meragukan itu," tuturnya.

Antasari saat ini sedang menjalani asimilasi hingga 2/3 masa tahanannya atas kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Antasari menjalaninya dengan bekerja di kantor notaris di kawasan Tangerang dan digaji Rp3 juta per bulan. Gajinya sendiri langsung disetor ke negara.

Namun, Antasari yang divonis 18 tahun penjara itu justru merasa khawatir setelah proses asimilasinya di publikasikan. Dia khawatir ada orang yang ketakutan dan kembali 'menghabisinya'.

"Hari ini semua media menulis tentang saya, semua memuat. Saya khawatir mereka (orang yang dianggapnya membencinya) akan ketakutan, lalu berpikir untuk kembali menghabisi saya," ujar Antasari Azhar Rabu 10 September 2015.

Apalagi banyak yang memiliki kepentingan menjelang 2019. Dirinya merasa bukan hanya khawatir akan keselamatan dirinya tetapi juga keluarganya.

"Jadi jangan dipikir enak, saya ini khawatir," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini