nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ungkap Suap PT DGI, Nazaruddin Akan Dihadirkan di Persidangan

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Senin 14 September 2015 16:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 09 14 337 1213883 ungkap-suap-pt-dgi-nazaruddin-akan-dihadirkan-di-persidangan-SbE8tY1Jgy.jpg Muhammad Nazaruddin (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan menghadirkan ‎mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin dalam persidangan untuk terdakwa dugaan korupsi Wisma Atlet SEA Games 2011, Rizal Abdullah.

"Kemungkinan dalam sidang selanjutnya Nazaruddin akan dihadirkan," ujar Jaksa KPK, Ronald F Worotikan, saat sidang untuk terdakwa Rizal Abdullah, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2015).

Penasihat hukum Rizal pun menyambut positif rencana jaksa untuk menghadirkan Nazaruddin yang kini telah mendekam di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Pasalnya, Rizal didakwa telah melakukan penyalahgunaan wewenang lantaran memenangkan perusahaan Nazaruddin, PT Duta Graha Indah (DGI) untuk menggarap proyek pembangunan Wisma Atlet itu.

"Karena sangat penting kesaksian Nazaruddin," ujar salah satu penasihat hukum Rizal Abdullah.

Seperti diketahui, PT DGI merupakan perusahaan pemenang lelang pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 Jakabaring, Palembang. Namun, demikian, perusahaan yang sekarang telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering (NKE) itu, terbukti memberikan sejumlah uang agar bisa mendapatkan proyek tersebut.

Nazaruddin menjadi pihak yang berinisiatif untuk mengikutsertakan PT NKE ke dalam lelang proyek pembangunan Wisma Atlet itu, ke Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora), dengan memerintahkan salah satu anak buahnya, Mindo Rosalina Manullang.

Demi mendapatkan proyek tersebut, PT NKE terbukti memberikan sejumlah uang miliaran rupiah kepada mantan Sekretaris Menpora, Wafid Muharam.

Selain itu, PT NKE juga terbukti memberikan uang kepada panitia pengadaan proyek wisma atlet, termasuk Rizal Abdullah. Bahkan PT NKE meraup keuntungan miliaran rupiah dari proyek tersebut.

Seperti diketahui, pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 Jakabaring, Palembang dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumsel menjadi masalah. Dalam proyek tersebut terbukti ada tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Rizal Abdullah selaku Kepala Dinas PU Bina Marga Pemprov Sumsel.

Dalam kasus yang juga telah menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin ini, Rizal selaku Ketua Komite Pembangunan menunjuk langsung PT Duta Graha Indah (DGI) untuk mengerjakan proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan.

Anas Tertawakan Nazaruddin di Persidangan

Akibat perbuatan itu negara mengalami kerugian sebesar Rp54.700.899.000. Selain itu, anak buah Alex Noordin ini turut menguntungkan PT Duta Graha Indah (DGI) sebesar Rp49.010.199.000 dan juga memperkaya diri sendiri sebesar Rp359.000.000 dan USD4,468.34.

Perbuatan Rizal ini, diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini