nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panitia Proyek Wisma Atlet Ungkap Aliran Uang dari PT DGI

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Senin 14 September 2015 14:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 09 14 337 1213809 panitia-proyek-wisma-atlet-ungkap-aliran-suap-dari-pt-dgi-TQre67TLXv.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Anggota panitia proyek pengadaan Wisma Atlet SEA Games 2011 di Palembang, Sumatera Selatan kembali mengakui adanya aliran uang dari PT Duta Graha Indah (DGI).

Rusmadi anggota panitia pengadaan mengaku jika dirinya sempat dikonfirmasi oleh M Arifin, soal penerimaan uang dari PT DGI. Hal itu, disampaikan Rusmadi saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Rizal Abdullah, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Sementara itu, soal fee kembali terungkap ketika penasihat hukum, Rizal menanyakan perihal komunikasi lewat telefon antara Rusmadi dengan Arifin.

"Terima uang bukan bapak yang minta tapi di telefon sama Pak Arifin?" tanya kuasa hukum Rizal Abdullah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2015).

Dengan cepat, Rusmadi pun menjawab pertanyaan penasihat hukum Rizal. Dalam pembicaraan itu, Arifin mengonfirmasi mengenai uang dari PT DGI (kini telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering-red).

"Iya. Seingat saya Pak Arifin, cuma tanya. 'Pak Rusman sudah dapat (uang dari PT DGI-red). Saya jawab, 'Iya (sudah)'. Cepat soalnya telefonnya," ungkap Rusmadi.

Kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 Palembang diketahui telah menjerat beberapa pihak, baik dari PT DGI atau PT Nusa Konstruksi Engineering maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), termasuk Rizal Abdullah selaku Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan.

Fakta adanya aliran uang dari PT DGI kepada panitia pengadaan proyek Wisma Atlet SEA Games 2011 Jakabaring terbukti melalui keterangan Arifin. Dia mengaku pernah terima uang Rp50 juta dari Direktur Marketing PT DGI, Muhammad El Idris.

Begitu pula dengan panita pengadaan lainnya. Aggota panitia pengadaan, yaitu Rusmadi, Anwar, Dharmayanti, Heri dan Sudarto mengaku menerima uang dari PT DGI melalui Wawan Karmawan. Rusmadi mendapat Rp50 juta dan empat lainnya mendapat masing-masing Rp25 juta.

Seperti diketahui, pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 Jakabaring, Palembang dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumsel menjadi masalah. Dalam proyek tersebut terbukti ada tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Rizal Abdullah selaku Kepala Dinas PU Bina Marga Pemprov Sumsel.

Dalam kasus yang juga telah menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin ini, Rizal selaku Ketua Komite Pembangunan menunjuk langsung PT Duta Graha Indah (DGI) untuk mengerjakan proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan.

KPK Tahan Kadis Bina Marga Sumsel terkait Wisma Atlet

Akibat perbuatan itu negara mengalami kerugian sebesar Rp54.700.899.000. Selain itu, anak buah Alex Noordin ini turut menguntungkan PT Duta Graha Indah (DGI) sebesar Rp49.010.199.000 dan juga memperkaya diri sendiri sebesar Rp359.000.000 dan USD4,468.34.

Perbuatan Rizal ini, diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini