Gabung ke Pemerintah, PAN Diduga Punya Agenda

Reni Lestari, Okezone · Sabtu 05 September 2015 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 05 337 1208922 gabung-ke-pemerintah-pan-diduga-punya-agenda-Prcn1zDqdo.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pengamat politik senior, Salim Said menengarai, bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke pemerintah adalah jalan untuk memuluskan agenda tertentu.

Bergabungnya PAN, kata Salim, adalah sebuah keuntungan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena dengan begitu kekuatan pemerintah akan semakin prima. ‎

"PAN sudah punya rencana, tapi apakah rencana itu bisa dijalani atau dampaknya apa, itu kita lihat saat pemilu nanti. Jadi, ketua MPR (Zulkifli Hasan) tidak bisa memaksakan agendanya (jika di luar pemerintahan), tapi lebih bisa kalau di pemerintah," kata Salim dalam diskusi di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2015).

Ia menambahkan, permintaan jatah menteri dan potensi kocok ulang kabinet adalah keniscayaan. Begitu pula dengan formasi pimpinan parlemen. "Adalah bodoh kalau PAN masuk ke KIH tapi tidak meminta jatah menteri," kata dia.

Ia juga menggarisbawahi independensi Jokowi yang akan meningkat dengan bergabungnya PAN ke kubu pemerintah. Kata Salim, jika dukungan meningkat, Jokowi bisa lebih leluasa menempatkan menteri-menteri yang diinginkannya, atau pun memutuskan kebijakan yang dianggapnya perlu, tanpa banyak melakukan kompromi.

"Jokowi jadi lebih independen dalam mengambil keputusan. Hubungan antar partai juga main kuat," tandasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini