Sidang Vonis Penyuap Eks Bupati Tanah Laut Tertunda

Feri Agus Setyawan, Okezone · Kamis 03 September 2015 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 03 337 1207551 sidang-vonis-penyuap-eks-bupati-tanah-laut-tertunda-Mqh5z6a3zZ.jpg foto: dok. Okezone

JAKARTA - Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menunda sidang pembacaan vonis terhadap pemilik PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat. Sedianya, terdakwa dugaan suap kepada mantan Bupati Tanah Laut, Adriansyah terkait izin usaha pertambangan ini, akan mendengar putusan hakim hari ini.

"Sedianya hari ini akan dibacakan putusan. Namun dengan sangat menyesal belum bisa dibacakan hari ini," kata Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan Butarbutar membacakan keterangan penundaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2015).

Hakim Jhon memutuskan, baru akan mengetuk palu hukumannya untuk terdakwa Andrew atas dugaan suap pengurusan izin usaha tambang batubara beberapa perusahaan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan ini pada Senin 7 September mendatang.

"Baru akan kami bacakan Senin tanggal 7 September 2015. Mudah-mudahhan tidak ada halangan," tukasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Andrew Hidayat dengan hukuman pidana tiga tahun kurungan penjara dan denda Rp250 juta subsidair tiga bulan kurungan. Dua dinilai bersalah dengan memberikan uang suap kepada Adriansyah, mantan anggota DPR dari PDI Perjuangan.

Menurut Jaksa KPK, operator perusahaan tambang batubara di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan itu telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Seperti diketahui, Andrew didakwa memberikan uang tunai Rp1 miliar, USD50.000, dan SGD50.000 kepada mantan anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDIP itu. Pemberian suap ini agar Adriansyah membantu pengurusan perizinan usaha pertambangan Andrew Hidayat di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Andrew yang merupakan pemegang saham terbesar PT MMS memberikan sejumlah uang tunai tersebut kepada Adriansyah sebanyak empat kali. Pemberian tersebut dilakukan pada rentang waktu 13 November 2014, 21 November 2014, 28 Januari 2015, dan 9 April 2015.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini