PAN dan Demokrat Punyai Opsi untuk Pilkada Surabaya

Reni Lestari, Okezone · Selasa 01 September 2015 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 01 337 1206409 pan-dan-demokrat-punyai-opsi-untuk-pilkada-surabaya-tD6E83LDNn.jpg Foto: Illustrasi Okezone

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN, Eddy Soeparno dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mendatangi kantor KPU Pusat untuk menindaklanjuti pembatalan calon pasangan Raisyo-Abror oleh KPUD Surabaya.

Setelah berdiskusi dengan para komisioner KPU, kata Eddy, dapat disimpulkan bahwa ada semangat yang sama antara penyelenggara Pilkada, dan partai politik untuk tetap menggelar Pilkada di Surabaya.

"Intinya, spirit kami ingin menyelenggarakan Pilkada di Surabaya tanggal 9 Desember mendatang. Pertemuan tadi diakhiri dengan keputusan yang positif di mana kami akan menindaklanjutinya, agar mitra koalisi bisa menindaklanjuti dan tetap memperjuangkan pasangan calon dalam pilkada di Kota Surabaya," kata Eddy di kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).

Eddy melanjutkan, hasil diskusi yang positif tersebut berupa dua opsi yang sedang dan akan ditempuh demi terlaksananya Pilkada Surabaya. Opsi pertama yakni pelayangan gugatan sengketa Pilkada ke Panwaslu, sudah dilakukan oleh DPD PAN Surabaya. Opsi kedua, jika gugatan tidak dikabulkan, maka mitra koalisi ini akan menyiapkan pasangan calon baru, agar Pilkada Surabaya tak tertunda.

"Teknisnya akan kita bahas secara internal. Nanti kita akan (PAN dan Demokrat-red) bertemu untuk sepakat langkah apa yang akan kita tempuh," tambah Sekjen Parta Demokrat Hinca Panjaitan.

Hinca mengakui, dua opsi tersebut kini tengah ditempuh secara paralel untuk efisiensi waktu. Katanya, begitu keputusan dari Panwaslu keluar, mereka akan menyiapkan langkah-langkah strategis.

"Kalau tidak dikabulkan (gugatan ke Panwaslu) nanti kita bicarakan. Untuk mencari pasangan calon kan tidak mudah. Tetapi ada opsi kedua tadi, sambil paralel berjalan opsi satu itu yang sekaran sedang ditempuh," lanjut Hinca.

Hinca juga mengatakan, poin penting dalam diskusi itu juga mengenai formasi bakal pasangan calon yang akan diajukan, apakah tetap pada formasi awal atau berubah. Namun diakuinya, belum ada keputusan mengenai formasi bakal calon pasangan baru, karena hal tersebut harus dibicarakan di internal PAN dan Demokrat terlebih dahulu.

"Itu tadi kita juga diskusi. Apakah pasangan itu, atau yang TMS (tidak memenuhi syarat) saja (yang tak boleh mendaftar)," tandasnya. (awl)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini