Kapolri Tunda Umumkan Capim KPK Berstatus Tersangka

Bayu Septianto, Okezone · Senin 31 Agustus 2015 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 31 337 1205292 kapolri-pengumuman-capim-kpk-tersangka-tunggu-proses-seleksi-selesai-fVqTBiHb3G.jpg (Okezone)

JAKARTA – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan akan menahan diri untuk tak mengumumkan siapa calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

Menurut Badrodin, Polri baru akan merilis nama itu bila kegiatan seleksi oleh Pansel KPK telah selesai. "Kami tidak perlu merilis dulu siapa tersangkanya sampai selesai kegiatan Pansel KPK," ujarnya.

Badrodin menyatakan proses seleksi pimpinan KPK masih berjalan dan hasilnya belum dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga Polri tak ingin dituduh telah mengintervensi proses seleksi itu.

"Nanti, kalau kami rilis sekarang, kami dituduh intervensi," jelasnya.

Namun, mantan Kapolda Jawa Timur itu merasa Polri sudah melakukan hal penting yakni menyampaikan ke para srikandi Pansel KPK perihal siapa tersangka yang dimaksud. Polri pun menyerahkan sepenuhnya kepada Pansel KPK untuk mempertimbangkan hal itu.

"Saya serahkan sepenuhnya kepada Pansel KPK untuk mempertimbangkan itu semua," terangnya.

Pernyataan Badrodin seakan bertolak belakang dengan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Victor Edison Simanjuntak yang akan mengumumkan nama tersangka ke publik pada hari ini, Senin 31 Agustus 2015.

"‎Senin sore saya rilis, saya janji. Direktorat saya yang tangani. Pastinya penetapan tersangka ini lepas dari kepentingan mana pun. Enggak mungkin saya lidik tanpa bukti jelas," tegas Victor, Jumat 28 Agustus 2015.

Badrodin juga meminta masyarakat jangan menduga-duga siapa capim KPK yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. Seperti diketahui, berembus di masyarakat inisial capim KPK yang menjadi tersangka yaitu JB atau diduga Johan Budi, yang saat ini menjabat Wakil Ketua KPK; kemudian JA yang diduga Jimly Asshidiqie.

Namun, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu menegaskan bahwa capim KPK yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri bukanlah Johan Budi Sapto Prabowo maupun Jimly Asshidiqie. "Itu salah semua. Jangan menduga-duga siapa tersangkanya. Zalim itu kalau salah," tegasnya.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini