Pasangan Calon Terpental, Demokrat dan PAN Berjuang Mati-matian

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 31 Agustus 2015 00:25 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 31 337 1205185 pasangan-calon-terpental-demokrat-dan-pan-berjuang-mati-matian-w3QXy94LY6.jpg Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan dan Sekjen PAN Eddy Soeparno di kantor DPP PAN (Foto: Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, dan Sekjen PAN Eddy Soeparno menggelar konfrensi pres di kantor DPP Partai PAN, di Jalan Senopati Nomor 113, Kebayoran, Jakarta Selatan, dini hari.

Kedua partai politik ini menyampaikan keprihatinan, dan kekecewaannya lantaran kedua pasangan calon yang diusung digagalkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Surabaya.

"Pada malam ini kami (PAN) dan Demokrat menyampaikan keprihatinan, dan kekecewaan lantaran kedua pasangan kami digugurkan oleh KPUD kota Surabaya," ujar Sekjen PAN Eddy Soeparno, Senin (31/8/2015).

Kemudian, ungkap Edi, Partai Demokrat dan Partai PAN akan segera menempuh jalur hukum atas kegagalan kedua pasangan Rasiyo-Abror untuk menjadi penantang pasangan incumbent Risma-Whisnu ini.

"Kita bersungguh-sungguh mengusung calon kami. Dan kami akan menempuh berbagai opsi untuk membawa masalah ini secara hukum agar pasangan calon ini dapat mendapatkan hak politiknya," kata Edi.

Lebih lanjut Edi mengatakan, kedua partai politik ini akan menemui KPU dan Bawaslu serta DKPP untuk memperjuangkan kedua pasangan calon ini agar dapat bertarung dalam Pemilukada serentak yang ada di Surabaya.

"Kami prihatian dan kami 100 persen akan memperjungkan dan melanjutkan hak politik kedua pasangan kami," tandasnya.

Perlu diketahui, Ketua KPU Surabaya Robiyan Arifin menjelaskan, penyebab pasangan tersebut ditolak karena berkas Bakal Calon Wakil Wali Kota Dhimam Abror Djuraid tidak lengkap, sementara berkas Bakal Calon Wali Kota Rasiyo sudah lengkap. Karena mereka merupakan satu kesatuan, maka pasangan tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Selain itu, tidak disertakannya dokumen NPWP (nomor pendaftaran wajib pajak), berkas tanda bukti penyerahan wajib pajak, Surat Tagihan Pajak (STP) menjadi penyebab Abror tidak memenuhi sebagai Calon Bakal Wakil Wali Kota Surabaya. (awl)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini