nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kadis PU Sumsel Terima Rp500 Juta dari Proyek Wisma Atlet

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2015 20:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 08 24 337 1201801 kadis-pu-sumsel-terima-rp500-juta-dari-proyek-wisma-atlet-Tei4PeHrEg.jpg Uang (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA – Mantan Manager Marketing PT Duta Graha Indah (DGI), Mohammad el Idris, mengaku memberi uang sebesar Rp500 juta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Rizal Abdullah terkait proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011.

"Iya pak (kasih uang) Rp500 juta (kepada Rizal Abdullah). Nazar (mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin) juga kasih," ujar El Idris saat menjadi saksi untuk terdakwa Rizal di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2015).

El Idris menjelaskan, uang tersebut merupakan tanda terima kasih lantaran pihaknya menjadi pemenang tender perusahaan milik Nazar itu dalam lelang pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 Jakabaring, Palembang; dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumsel.

"Ucapan terima kasih, pak," terangnya.

Bahkan, menurut pria yang telah selesai menjalani masa tahanan sebagai terpidana kasus pembangunan Wisma Atlet ini, pemberian juga telah dilakukan sebelum lelang. Namun, uang yang diberikan lebih kecil dari Rp500 juta.

"Sebelumnya ada (pemberian uang) kecil-kecil juga," jelasnya.

Kadis PU Bina Marga Provinsi Sumsel Rizal Abdullah didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp54,7 miliar dalam pembangunan Wisma Atlet. Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet itu juga menguntungkan PT Duta Graha Indah (DGI) sebesar Rp49 miliar.

Rizal juga didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp359.000.000 dan USD4.468.34 serta memperkaya orang lain, yakni Musni Wijaya sejumlah Rp80.000.000, KM Aminuddin sejumlah Rp150.000.000, Irhamni sejumlah Rp40.000.000, Amir Faisol sejumlah Rp30.000.000, dan Muhammad Nazaruddin sejumlah Rp4.675.700.000, serta beberapa orang lainnya.

Perbuatan anak buah Gubernur Sumsel Alex Noordin ini diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini