Share

SBY: Belanda Sudah Akui Proklamasi di Era Saya

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Kamis 20 Agustus 2015 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 20 337 1199539 sby-belanda-sudah-akui-proklamasi-di-era-saya-vhKKXDOurC.jpg Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) (Foto: Marieska Harya Virdhani/Okezone)

DEPOK - Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengelaborasi makna kemerdekan RI di usia 70 tahun. Ia meminta seluruh generasi muda untuk mengedepankan semangat kemerdekaan.

"Seiring berjalannya waktu, bangsa Indonesia sebagai bangsa yang pemaaf dan tak simpan dendam seperti luka pada negara Tiongkok dan Jepang. Ada semacam metamorfosa, sekarang ini elemen di negara kita anti-globalisasi," katanya di Balai Sidang UI, Kamis (20/8/2015).

SBY menjelaskan Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia sebenarnya sejak tahun 1949, usai berakhirnya Konferensi Meja Bundar (KMB).

Namun kemudian pada 17 Agustus 2005 di era kepemimpinannya, pemerintah Belanda menyampaikan pengakuan kemerdekaan secara de facto kepadanya.

"Menlu (Menteri Luar Negeri) Belanda saat itu hadir ke saya, sebenarnya secara de facto persepsi saya, sebenarnya Belanda mengakui kita proklamasikan kemerdekaan (17 Agustus 1945) secara symbolic meaning pada 10 years ago, itu diakui," jelasnya.

SBY menambahkan sebagai sebuah negara saat baru merdeka, banyak terjadi pemberontakan dan separatisme di Indonesia saat itu. Ia menyebut banyak daerah belum percaya kepada pemerintah, belum lagi adanya konflik komunal.

"Peristiwa Poso, Maluku Utara, DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia), PKI ancaman ganti dasar negara Pancasila, radikalisme terorisme, serta gerakan ekstrem yang menyebar paham ideologi. Hingga kita pernah diterpa krisis pada 1966 dan 1998," tandas SBY.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini