Share

Rekonsiliasi, Menhan: Siapa yang Duluan Bunuh Para Jenderal?

Reni Lestari, Okezone · Rabu 19 Agustus 2015 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 19 337 1199078 rekonsiliasi-menhan-siapa-yang-duluan-bunuh-para-jenderal-ODS3Bvlexc.jpg Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (Foto: SINDO)

JAKARTA - Indonesia merupakan negara yang cinta damai. Begitu ucap Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Menhan mengatakan, perang bukanlah pilihan untuk menyelesaikan masalah.

"Kekuatan kita, kita cinta damai. Kalau kemerdekaan diganggu, baru kita perang!," cetus Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (19/08/2015).

Dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Ryamizard berpedoman pada politik luar negeri bebas-aktif. Oleh karena itu, menurutnya penting untuk menjaga hubungan baik dengan negara mana pun.

"Kalau semua kita teman. Kita bisa masuk ke mana-mana. Di Pembukaan UUD disebutkan, tujuan negara kita ikut melaksanakan ketertiban dunia. Tujuan akhirnya, dunia ini aman, damai. Percuma kita bentuk PBB ,tapi kita tidak dukung," terangnya.

Namun begitu, Ryamizard tidak menyambut baik rencana rekonsiliasi pelanggaran HAM masa lalu terhadap anggota keluarga PKI yang terbunuh. Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan disebutkan memunculkan rencana tersebut.

"Masalah rekonsiliasi, masa lalu buang jauh-jauh. Kalau kita terus mengingat masa lalu, kapan kita majunya?," sambung putra pejuang Mayjen (Anm) Musannif Ryacudu tersebut.

Ia menganggap, rekonsiliasi tak perlu dilakukan. Ia menggarisbawahi pemberontakan PKI sebagai dalang kerusuhan.

"Kita pakai otak saja. Siapa yang lebih dulu membunuh para jenderal itu? Siapa yang harus minta maaf? Sudahlah, kita bangun bangsa ini ke depan. Enggak usah lah rekonsiliasi. Kalau kita selalu mikir dendam terus, kapan kita majunya?," tandas Ryamizard.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini