Share

KPK Tahan Dua Tersangka Suap Pilkada Lebak

Feri Agus Setyawan, Okezone · Selasa 18 Agustus 2015 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 18 337 1198276 kpk-tahan-dua-tersangka-suap-pilkada-lebak-NW671scuva.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Sebanyak dua tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2013 resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka yakni Amir Hamzah dan Kasmin yang merupakan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Kabupaten Lebak, Banten 2013.

Kasmin terlihat keluar lebih dulu sekira pukul 16.30 WIB dengan mengenakan seragam tahanan warna oranye.

Dia yang juga merupakan mantan anggota DPRD Lebak periode 2009-2014 ini bungkam dan memilih untuk langsung masuk mobil tahanan di pelataran gedung KPK.

Selang beberapa menit kemudian, rekan sejawat dalam dugaan suap ini, Amir Hamzah menyusul keluar. Dia yang sudah mengenakan seragam tahanan oranye ini pun hanya mengungkapkan bahwa dirinya siap mengahadapi proses hukum yang tengah menjeratnya dalam pusaran suap sengketa Pilkada.

"Saya tidak akan mengajukan praperadilan dan saya akan mengikuti proses hukum ini," tutur Amir sambil bergegas masuk ke mobil tahanan yang menunggu di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2015).

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan demi kepentingan penyidikan, kedua tersangka dugaan suap ini akan dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan di tempat yang berbeda.

"Untuk tersangka K (Kasmin) di Rutan Pomdam Jaya Guntur dan tersangka AH (Amir Hamzah) di Rutan KPK," terangnya.

Untuk diketahui, Amir Hamzah merupakan Wakil Bupati Lebak periode 2008-2013, sementara Kasmin merupakan anggota DPRD Provinsi Banten periode 2009-2014. Mereka berdua maju dalam Pilkada Lebak 2013, namun kalah suara dengan pasangan Iti Oktavia Jayabaya dan Ade Sumardi.

Atas kekalahan itu, mereka berdua yang kini menjadi tersangka di lembaga antirasuah mengajukan gugatan atas hasil Pilkada tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Keduanya diduga memberikan suap bersama-sama dengan Ratu Atut Chosiyah dan Tubagus Chaeri Wardana kepada Ketua MK pada waktu itu, Akil Mochtar.

KPK resmi menetapkan Amir Hamzah dan Kasmin sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemberian suap terkait penanganan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten di MK pada Kamis 25 September 2014. Amir Hamzah dan Kasmin sudah sempat beberapa kali diperiksa.

Amir Hamzah dan Kasmin disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini