Fuad Amin Pinjam Identitas Camat untuk Buka Rekening & Beli Tanah

Feri Agus Setyawan, Okezone · Kamis 13 Agustus 2015 23:10 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 13 337 1195951 fuad-amin-pinjam-identitas-camat-untuk-buka-rekening-beli-tanah-FVYTNOLYrT.jpg Fuad Amin Imron (foto: Okezone)

JAKARTA - Fuad Amin Imron terdakwa dugaan korupsi jual beli gas alam Bangkalan kembali terbongkar modusnya menyembunyikan aset-asetnya dalam dugaan pencucian uang.

Kali ini, Fuad Amin meminjam rekening Moh Hasan Faisol seorang Camat Kamal, Surabaya, Jawa Timur. Hal itu terkuak dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Faisol nomor 8 yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK.

Faisol yang ketika itu bekerja sebagai ajudan mantan Bupati Bangkalan ini dipinjam rekeningnya untuk menyimpan uang Fuad.

"Dapat saya jelaskan sekitar tahun 2008 saat saya menjadi ajudan Bupati Bangkalan, Fuad Amin, saya pernah diminta tolong oleh beliau untuk dipinjam rekeningnya sebagai tempat penampungan uang Fuad Amin tersebut," kata Jaksa KPK sambil memastikan kembali ke Faisol di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2015).

"Awalnya Fuad Amin berkata pada saya bahwa dia memerlukan rekening itu untuk menyimpan uang, sebab apabila dikatakan disimpan di rekening milik Fuad Amin dan keluarganya yang mana beliau sebagai pejabat publik maka beliau terpantau," lanjutnya.

Namun, Faisol mencoba berkelit dari pernyataan dirinya sendiri saat diperiksa penyidik KPK. Saat dicecar Hakim Ketua Moh Muchlis, tentang kebenaran isi BAP itu, Faisol baru mengakui pernyataan dirinya itu.

"Benar keterangan saudara saat itu?," cecar Hakim Muchlis seraya dibenarkan oleh Faisol. "Untuk tempat penampungan benar?," tanya Hakim Muchlis lagi.

"Seingat saya iya," timpal Faisol.

Lebih lanjut, mantan ajudan Fuad Amin ini, juga mengaku pernah diminta membuka rekening oleh Ketua DPRD Bangkalan nonaktif. Saat itu, Fuad Amin memintanya langsung membuka rekening di Bank Mandiri dengan diberi uang pembuka sebesar Rp5 juta.

"Waktu itu, ayo buka rekening. Tahu-tahu ada uang Rp5 juta, waktu pertama kali saldo awalnya Rp5 juta dari beliau dikira buat saya, karena awalnya dipegang saya. Karena beliau sering suruh saya bisnis apa, buat beli tanah," ungkap Faisol.

Tak hanya satu rekening, Fuad juga pernah meminjam KTP Faisol untuk pembukaan rekening lain dan dipinjam namanya untuk pembelian tanah. Setelah identitasnya dipinjam, Faisol mengaku tidak tahu menahu perihal rekening dan tanah yang dibeli menggunakan namanya itu.

Dalam dakwaan diketahui Jaksa Penuntut Umum mendakwa Fuad Amin Imron, mencuci uang sebesar Rp229,45 miliar. Akibat perbuatannya, KPK menjerat Fuad Amin dengan Pasal 3 Undang-Undang tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini