Pemerintah Siapkan Bus Salawat Bagi Jamaah Haji Indonesia

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 12 Agustus 2015 05:49 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 12 337 1194654 pemerintah-siapkan-bus-salawat-bagi-jamaah-haji-indonesia-XODMaLfJFs.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, menuturkan bahwa calon jamaah haji yang berangkat pada tahun ini tidak perlu khawatir lantaran renovasi di sekitar Masjidil Haram yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Meskipun renovasi berujung pada semakin jauhnya jarak pemondokkan bagi jemaah haji asal Indonesia. Pemerintah, kata Menag, telah menyiapkan Bus Salawat sebagai moda transportasi bagi para jemaah Indonesia untuk melakukan ibadah.

"Akibat renovasi besar-besaran di Masjidil Haram, hotel di kawasan tersebut banyak mengalami pembongkaran. Implikasinya, hotel baru banyak dibangun lebih jauh, oleh karena itu (jamaah) ada sebagian yang berada dalam wilayah radius lebih kurang dua hingga empat kilometer. khusus yang di luar dua kilometer akan difasilitasi dengan Bus Salawat yang beroperasi 24 jam dalam rangka memudahkan jamaah haji untuk beribadah," ujar Lukman, usai melakukan Rakor bersama Menkes dan Menko PMK, Jakarta, pada Selasa 11 Agustus 2015.

Bagi para calon jamaah haji yang berisiko tinggi terkait permasalahan kesehatan, Lukman menjelaskan, pemerintah kemungkinan akan melakukan penundaan keberangkatan kepada jamaah tersebut.

"Sudah ada kesepakatan dan masukan dari ulama bahwa kemampuan yang jadi syarat seseorang berhaji termasuk kondisi kesehatan tidak memungkinkan kami akan menunda jemaah untuk tidak berangkat haji tahun ini. Tapi dua kali tahun ke depan akan mendapat prioritas sambil menetukan kondisi kesehataan calon jemaah," lanjutnya.

Lukman memastikan, para jamaah yang termasuk dalam kategori lanjut usia (Lansia) tetap bisa berangkat melaksanakan ibadah rukun islam yang kelima itu. Hal itu dengan kepastian memiliki kesehatan yang baik melalui rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Kalau Lansia tapi sehat tetap bisa pergi, ada 142 lampu merah (jamaah dengan kondisi kesehatan yang tidak baik untuk berangkat haji) yang kita coba awasi. Kita akan melihat sampai H-3 sebelum keberangkatan. Kalau kesehatan tidak membaik maka tidak akan kita perkenankan berangkat. Karena yang beresiko tinggi itu kita akan cegah," tutupnya. (fal)

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini