Fahri Hamzah: Tak Semudah Itu Hukum Mati Koruptor

Qur'anul Hidayat, Okezone · Senin 10 Agustus 2015 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 10 337 1193516 fahri-hamzah-tak-semudah-itu-hukum-mati-koruptor-XWliPifrXn.jpg Fahri Hamzah (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Komisi Bahtsul Masa'il Waqi'ah Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama bersepakat adanya hukuman mati bagi pelaku pembunuhan, perampok, pemasok serta pengedar narkoba hingga pelaku korupsi.

Para ulama menilai, koruptor layak dihukum mati karena kerugian yang ditimbulkannya bagi masyarakat.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, aturan tersebut tidak semudah itu diterima. Pasalnya, hukum Indonesia dinilainya masih rancu soal definisi korupsi.

"Tidak semudah itu di dunia, semua harus dibahas hukum mati koruptor. Koruptor itu apa?," ungkap Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu lantas melontarkan pertanyaan ke para ulama dan tokoh agama, tentang alasan mewabahnya korupsi di Indonesia.

Bagi Fahri, tidak semua tindakan yang dianggap korupsi oleh KPK adalah perbuatan melanggar hukum, salah satunya soal pemberian hadiah atau gratifikasi.

Demokrasi Tanpa Korupsi

"Definisi korupsi terlalu dikembangkan ke mana-mana. Contoh, tradisi memberi hadian dalam korupsi disebut gratifikasi, tapi kalau di hadits nabi dianjurkan untuk memberi kalau saling mencintai. Jangan ikut narasi tanpa perdebatan," cetusnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini