Gerindra Sebut Pemilihan Dubes Ada Unsur Politis

Regina Fiardini, Okezone · Sabtu 08 Agustus 2015 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 08 337 1192853 gerindra-sebut-pemilihan-dubes-ada-unsur-politis-tNylLjjoID.jpg

JAKARTA - Presiden Joko Widodo sudah mengajukan 33 nama calon duta besar Indonesia ke DPR. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menganggap kandidat yang diajukan pemerintah banyak mengandung unsur politis karena kebanyakan berasal dari partai politik.

"Kalau menurut saya, sepintas dari nama-nama itu terlalu banyak nama-nama dari parpol dan berafiliasi ke penguasa. Jadi ya ini seperti bagi-bagi kekuasaan," kata Fadli saat ditemui dalam diskusi polemik Sindo Radio, Cikini, Jakarta, Sabtu (8/8/2015).

Ia mengakui, pengajuan nama calon duta besar memang hak Presiden. Namun ia berharap Jokowi bisa mengedepankan kemampuan dibanding kedekatan. "Harusnya yang dipilih jadi duta besar yang latar belakangnya diplomat, karena kalau dari diplomat karir pasti mumpuni," ujarnya.

Meski demikian, ia berharap ke depan mereka tetap bisa bekerja secara profesional, lantaran nama-nama yang dicalonkan cukup kompeten menduduki jabatan sebagai duta besar.

"Sudah bagus sih kandidat yang dicalonkan. Cuma kalau dari diplomat kan mereka paham politik luar negeri seperti apa. Apalagi Jokowi ingin menjadikan kedutaan jadi garda depan marketing kepentingan nasional kita," tutupnya.

Sebagai informasi, DPR telah menerima nama-nama calon duta besar yang akan diusulkan untuk dibahas di DPR. Rencananya, 33 nama calon duta besar tersebut masuk dalam masa sidang DPR selanjutnya, yang akan dimulai pada 14 Agustus 2015.

Berikut daftar lengkap nama calon yang diajukan ke DPR:

1. Hasan Bagis, S.E., M.Sc, untuk Uni Emirat Arab

2. Dra. Hj. Safira Machrusah, M.A. untuk Aljazair

3. Drs. Bambang Antarikso, M.A., untuk Irak

4. Drs. H. Husnan Bey Fananie, M.A, untuk Azerbaijan

5. Drs. Ahmad Rusdi, untuk Kerajaan Thailand

6. Drs. Yuri Octavian Thamrin, untuk Kerajaan Belgia dan merangkap Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa

7. Drs. Helmy Fauzi, untuk Republik Mesir

8. Mayjen TNI (Purn) Mochammad Luthfie Wittoeng, untuk Republik Bolivarian Venezuela

9. Mansyur Pangeran, S.H. untuk Republik Senegal

10. Drs. I Gusti Agung Wesaka Puja, M.A., untuk Kerajaan Belanda merangkap OPCW

11. Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehab, S.IP., untuk Qatar

12. Ibnu Hadi, S.E, M.Ec, untuk Republik Sosialis Vietnam

13. Alfred Tanduk Palembangan, S.H., untuk Republik Kuba

14. Wiwiek Setyawati Firman, S.H., untuk Republik Finlandia

15. Drs. Iwan Suyudhie Amri, untuk Republik Islam Pakistan

16. Muhammad Ibnu Said, S.H., untuk Kerajaan Denmark

17. Dr. Rizal Sukma, untuk Kerajaan Inggris merangkap Republik Irlandia

18. Drs. Tito Dos Santos Baptista, untuk Republik Mozambique

19. Drs. Mohammad Wahid Supriyadi, untuk Federasi Rusia

20. Musthofa Taufik Abdul Latif, B.A., M.A., untuk Kesultanan Oman

21. Drs. R Soehardjono Sastromihardjo, M.A., untuk Republik Kenya

22. Marsekal Madya TNI (Purn) Budhy Santoso, S.E., untuk Republik Panama

23. Dian Triansyah Djani, S.E., M.A., Perutusan Tetap PBB

24. Dra. Diennaryati Tjokrisuprihatono, M.Psi., untuk Republik Ekuador

25. Drs. H. Agus Maftuh Abegebriel, M.A., untuk Kerajaan Arab Saudi

26. Amelia Achmad Yani, untuk Bosnia-Herzegovina

27. I Gede Ngurah Swajaya, S.H., M.A., untuk Republik Singapura

28. Sri Astari Rasjid, untuk Republik Bulgaria

29. R Bagas Hapsoro, S.H., M..A., untuk Kerajaan Swedia

30. Octavino Alimudin, S.H., LL.M., untuk Republik Islam Iran

31. Drs. Antonius Agus Sriyono, untuk Tahta Suci Vatican

32. Drs. Eddy Basuki, untuk Republik Namibia

33. Alexander Litaay untuk Republik Kroasia

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini