Pembelian Apartemen oleh Fuad Amin Hasil Jual Tanah

Feri Agus Setyawan, Okezone · Kamis 06 Agustus 2015 21:26 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 06 337 1191898 pembelian-apartemen-oleh-fuad-amin-hasil-jual-tanah-QDGXoK5hHP.jpg Fuad Amin siap diadili di Pengadilan Tipikor (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron mengaku membeli delapan unit di Apartemen Sudirman Hill Residence dari hasil jual tanah. Saat membeli delapan unit apartemen itu dia pun mengaku sebagai seorang pengusaha di Madura, Jawa Timur.

Hal itu, terungkap ketika sales Apartemen Sudirman Hill Residence, Fitri dihadirkan menjadi saksi untuk Fuad Amin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2015).

Fitri mengatakan, dirinya tak tahu kalau Fuad Amin selaku Ketua DPRD Bangkalan nonaktif ini adalah seorang mantan Bupati Bangkalan karena yang dirinya ketahui Fuad Amin sebagai seorang pengusaha asal Madura.

"Enggak tahu (pekerjaan terdakwa). Saya tahunya bapak itu, saya langsung dibilang ada pengusaha dari Madura. Saya pikir pengusaha jual beli barang bekas. Tapi setelah saya lihat, bapak bilang kalau bapak habis jual tanah, jual beli," tutur Fitri menjawab pertanyaan jaksa pada KPK.

Menurut Fitri, delapan unit apartemen yang diatasnamakan Fuad Amin dua unit, Siti Masnuri dua unit, Abdul Hadi adik kandung dua dua unit dan Taufik Hidayat dua unit dibayarkan secara bertahap sebanyak empat kali pembayaran lewat Istri Fuad Amin, Siti Masnuri.

"Ada yang transfer ada yang tunai (untuk pembayaran-red). Beberapa kali bapak sama ibu transfer, karena saat saya beri nomor rekening perusahaan, ibu (Siti Masnuri) konfirmasi melalui SMS," ungkapnya.

Pembelian apartemen ini, tambah Fitri sampai saat ini belum dilunasi lantaran Fuad Amin tertangkap tangan lebih dulu oleh KPK pada awal Desember 2014 lalu. Menurut dia, sampai saat ini pembelian apartemen itu baru dibayarkan sekira Rp4,5 miliar.

Sidang Perdana Fuad Amin

Seperti diketahui, Fuad Amin didakwa menerima uang Rp18,050 miliar. Duit ini diberikan PT Media Karya Sentosa (MKS) sebagai balas jasa kepada Fuad Amin terkait bisnis pembelian dan penyaluran gas alam.

Selain itu Fuad Amin didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang pada periode 2010-2014 dengan total harta lebih dari Rp230 miliar. Pada dakwaan ketiga, Jaksa KPK juga mendakwa Fuad melakukan pidana pencucian uang pada tahun 2003-2010 dengan total duit dan aset mencapai Rp54,9 miliar.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini