Jaksa Agung Sepakat Koruptor Dihukum Mati

Angkasa Yudhistira, Okezone · Rabu 05 Agustus 2015 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 05 337 1191268 jaksa-agung-sepakat-koruptor-dihukum-mati-E0afPcqhyP.jpg Jaksa Agung HM Prasetyo (Foto: Ilustrasi)

BOGOR - Jaksa Agung HM Prasetyo memandang rekomendasi Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) terkait ancaman hukuman mati untuk pelaku pembunuhan, bandar narkoba, hingga koruptor sebagai kegeraman.

"Rekomendasi itu cerminan dari kegeraman," kata Prasetyo, di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (5/8/2015).

Komisi Bahtsul Masa'il Waqi'iyah dalam Muktamar ke-33 NU sepakat atas penerapan hukuman mati. Ancaman hukuman mati dianggap layak diberikan untuk pelaku pembunuhan, produsen, pemasok, pengedar narkoba, perampok, dan koruptor.

Sebelum dibahas dalam Muktamar, puluhan ulama NU telah melakukan pertemuan di Yogyakarta untuk menyusun usulan pemberantasan tindak pidana korupsi yang salah satunya merekomendasikan hukuman mati bagi koruptor.

Jaksa Agung mengaku sepakat atas rekomendasi tersebut, mengingat khusus pelaku tindak pidana korupsi, hukuman yang ada saat ini menurutnya masih ringan.

"Harus dilakukan, dan (hukuman bagi koruptor-red) harus lebih dari apa yang kita lakukan sekarang," ujarnya.

Hukuman mati untuk terpidana korupsi di Indonesia, sambungnya, seharusnya bisa diterapkan dalam kondisi tertentu seperti korupsi yang berkaitan dengan bantuan bencana alam.

"Termasuk unsur pemberat yang bisa dijadikan alasan koruptor bisa dihukum mati. Tapi kan semua yang memutuskan pengadilan," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini