Bos Traya Tirta Bantah Rugikan Negara di Proyek PDAM

Feri Agus Setyawan, Okezone · Selasa 04 Agustus 2015 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 04 337 1190509 bos-traya-tirta-bantah-rugikan-negara-di-proyek-pdam-FvOhOg368p.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Direktur PT Traya Tirta Makassar, Hengky Widjaja menyebut dirinya tidak merugikan keuangan negara terkait proyek PDAM di Kota Makassar tahun anggaran 2006-2012. Proyek yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar itu justru telah menguntungkan negara.

"Bersama-sama merugikan negaranya di mana? Kita bingung, karena kita tidak menjual barang," kata kuasa hukum Hengky, Arfa Gunawan usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2015).

Arfa mengungkapkan pihaknya bingung dengan pemahaman KPK terkait proyek ini. Menurut Arfa, perusahaan kliennya ini tidak berinvestasi, melainkan bekerja sama dengan PDAM dalam proyek rehabilitasi, kelola, dan transfer pengelolaan air di Kota Makassar.

"Pemahaman KPK kita melakukan investasi. Kita tidak investasi di barang, kita tidak jual barang ke PDAM, kita tidak jual pipa ke PDAM. Tapi kita, melakukan rehabilitasi terhadap pipa air di PDAM, kemudian kita menagihnya dengan menjual air curah kepada PDAM," tegasnya.

Pemeriksaan kali ini, menurut Arfa masih dalam kaitannya dengan kerjasama terkait kasus yang juga telah menjerat mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menjadi tersangka dan telah juga ditahan oleh KPK.

"Sampai pemeriksaan lanjutan kedua, kita masih bingung dengan kerugian negara yang diakibatkan oleh klien kami. Karena tidak ada pertanyaan dari penyidik ataupun bukti-bukti yang mengarah ke sana," tuturnya.

Sehingga, Arfa kembali menekankan bahwa kerjasama itu tak merugikan keuangan negara, tetapi justru menguntungkan negara dan masyarakat. Pasalnya Hengky, justru telah membantu masyarakat Kota Makassar untuk mendapatkan pelayanan air bersih.

"Kita menguntungkan negara malah. Pinjamin pipa ke negara, negara ambil untung. Kita jual 1.350, dan itu pun ditawar jadi 750. Sedangkan PDAM menjual 2.850. Nah, ruginya di mana? Kalau mau yang merugikan, PDAM yang merugikan negara. Kita tidak merugikan negara. Kita jual segitu," pungkasnya.

Dalam perkara ini, Hengky ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Wali Kota Makassar llham Arief Sirajuddin. PT Traya Tirta Makassar pimpinan Hengky adalah pihak swasta yang bekerja sama dengan PDAM dalam proyek rehabilitasi, kelola, dan transfer pengelolaan air. Adapun dugaan kerugian sementara adalah Rp38,1 miliar rupiah.

Kedua tersangka diduga melanggar pasal melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini