Selain Potong Anggaran, Fuad Amin juga Palak PNS Bangkalan

Feri Agus Setyawan, Okezone · Senin 03 Agustus 2015 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 03 337 1189973 selain-potong-anggaran-fuad-amin-juga-palak-pns-bangkalan-EFmhLCMvQ2.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron tak hanya memotong anggaran dari setiap instansi yang ada di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Terdakwa dugaan suap jual beli gas di Bangkalan ternyata juga meminta pungutan liar dari calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang akan ditempatkan.

Fuad Amin disebut memalak semua CPNS tahun 2009 yang ingin ditempatkan sesuai dengan keinginannya. Hal itu, terungkap saat Jaksa KPK, Titik Utami bertanya kepada Bendahara Rumah Sakit Daerah Sitiawan Kartosoedirdjo, Wulan Yulistiandianti.

"Apakah saat penempatan CPNS pernah memberikan uang?," tanya Jaksa KPK Titik Utami kepada Wulan dalam sidang lanjutan Fuad Amin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2015).

Mendapat pertanyaan itu, Wulan pun membenarkannya. Dia mengungkapkan pernah memberikan uang senilai Rp10 juta kepada Fuad Amin melalui Abdul Hamid selaku Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

"Karena dari kabar yang beredar untuk penempatan, kalau mau tetap (sesuai yang diinginkan) saya kan THL (tenaga harian lepas) terus diangkat CPNS (berikan uang)," tuturnya.

Kemudian, Jaksa Titik kembali bertanya, apakah setelah ada pemberian uang itu, dia ditempatkan pada tempat yang diinginkan. Wulan tak membantah, bahwa setelah pemberian uang melalui Hamid dirinya ditempatkan sesuai dengan keinginannya di RS Sitiawan.

Wulan dalam kesempatan ini juga mengamini pemberian itu bukan hanya dilakukan dirinya sendiri, melainkan seluruh CPNS tahun 2009 yang juga ikut memberikan uang penempatan kepada Fuad Amin. Nilainya pun, tak berbeda yakni sekira Rp10 juta.

"Orangnya CPNS-nya lupa. Total jumlahnya lupa. Mba Ayu Dewi, teman-teman saya di RS juga ada (beri uang)," ujar Wulan.

Kemudian, jaksa pada KPK mengkonfirmasi Ayu Dewi selaku Bendahara Penggeluaran Dana Àlokasi Umum RSD Sitiawan yang juga dihadirkan dalam persidangan. Hal yang sama disampaikan Ayu terkait pemberian uang Rp10 juta untuk penempatan CPNS untuk Fuad Amin.

Namun, Ayu tak mengingat secara rinci berapa CPNS di Bangkalan yang memberikan uang kepada Fuad Amin. Menurutnya uang yang dia berikan untuk penempatan posisi yang sesuai diinginkan juga melalui Abdul Hamid selaku Kepala BKD Bangkalan.

"Iya Rp 10 juta (melalui) Pak Hamid. Kalau engga ngasih engga ditempatkan di RS. Disampaikan langsung kebetulan saya di RS," tutupnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini