Uang Suap Andriansyah untuk Danai Peserta Kongres PDIP

Feri Agus Setyawan, Okezone · Kamis 30 Juli 2015 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 30 337 1188162 uang-suap-andriansyah-untuk-danai-peserta-kongres-pdip-EpEZxXkq5K.jpg Uang (Foto: Ilustrasi)
JAKARTA - Mantan Bupati Tanah Laut, Adriansyah mengaku menerima uang dari bos PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat saat di Bali. Dia mengatakan, uang tersebut untuk membiayai para kadernya yang hadir di Kongres PDl-P April 2015 lalu.
 

"Waktu itu kongres, kader-kader saya di Kalimantan Selatan lebih dari 100 orang. Biasa kegiatan 5 tahun sekali itu banyak yang ikut, yang tidak formal juga ikut, banyak yang minta bantuan, itu yang menjadi dasar saya mengajukan bantuan," tuturnya saat bersaksi untuk Andrew di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2015).

Menurut Adriansyah, bos perusahaan tambang yang memiliki usaha pertambangan di Kalimantan Selatan itu memberikan uang dalam bentuk mata uang upiah dan dolar Singapura setara Rp500 juta. Uang tersebut kemudian diberikan Andrew melalui ajudannya, Agung Krisdiyanto yang juga anggota Polri.

Uang titipan Andrew kemudian diserahkan Agung kepada Adriansyah di Swiss-Belhotel, Bali. Namun, penyerahan uang di tengah gelaran Kongres ke-IV PDIP itu berujung pada operasi tangkap tangan oleh Tim Satgas KPK.

Hakim kemudian kembali menegaskan, mengenai pemberian uang yang tak hanya sekali itu kepada Adriansyah. Anggota Komisi IV DPR itu lantas menyebut, pemberian itu sebagai pinjaman, meski diakuinya tak ada tanda terima serta jatuh tempo pembayaran uang yang jumlahnya miliaran.

"Saya berpikiran itu bantuan dalam bentuk saya meminjam," ujar dia.

Sebelumnya, Agung Krisdiyanto mengaku pernah mendapatkan perintah untuk membawakan uang dari Andrew untuk Adriansyah. Menurut dia, uang diserahkan di Hotel Swiss-Belhotel pada 9 April 2015.

"Ketika tiba di Swiss Bell 'ini ada titipan amanah dari Andrew'," kata Agung menirukan ucapannya kepada Adriansyah saat pemberian uang yang diduga berkaitan dengan proses izin usaha pertambangan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini