Yulianis Ngadu ke Mahfud MD soal Kelakuan Nazaruddin & KPK

Sindonews, Sindonews · Rabu 29 Juli 2015 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 29 337 1187527 yulianis-ngadu-ke-mahfud-md-soal-kelakuan-nazaruddin-kpk-Oyn5kauKpB.jpg Yulianis (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Anggota DPD asal Bali I Gede Pasek Suardika, dan mantan anak buah Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, Yulianis berdialog di media sosial. Dalam dialog di media sosial tersebut, Yulianis mengungkapkan berbagai hal terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Bermula dari cuitan Twitter Yulianis, yulianis13450, salah seorang saksi kunci dalam persidangan perkara suap Wisma Atlet SEA Games di Palembang dan proyek Hambalang yang akhirnya menyeret Nazaruddin, Angelina Sondakh dan Anas Urbaningrum.

Kicauan Yulianis itu diunggah pada Jumat, 24 Juli 2015 malam dengan hastag #kisahNZ. Yulianis kaget mendengar dari seorang kawan lamanya, bahwa Nazaruddin masih mempunyai tambang emas di Jawa Timur.

Tak hanya itu, kekagetan Yulianis bertambah kala temannya itu diduga masih menjadi karyawan Nazaruddin, dan dipanggil untuk rapat bersama Nazaruddin.

Sedangkan pertemuan rapat tersebut diadakan di daerah Pejaten, Jakarta Selatan, dan tidak kalah mengejutkan pula bahwa ternyata sang istri Neneng Sri Wahyuni juga berada di tempat yang sama.

"Ternyata sang istri yang harusnya di penjara Tangerang ada juga di sana #kisahNZ," kicau Yulianis.

 Anas, Andi Mallarangeng dan Nazaruddin Bersaksi untuk Kasus Hambalang

Padahal, Nazaruddin semestinya berada di Lapas Sukamiskin, Bandung yang dihuninya sejak awal 2013 lalu, sejak keluarnya putusan tetap dirinya dengan pidana penjara selama tujuh tahun dalam kasus suap Wisma Atlet.

Adapun sang Istri, Neneng dihukum pidana selama enam tahun penjara sehingga seharusnya berada di Lapas Wanita Tangerang sejak Desember 2013.

“Miris yah…. Jadi buat apa KPK menjarain KORUPTOR kalo begini jadinya…. Pantesan aja pada nggak kapok” kata Yulianis dalam akun Twitter-nya.

Bahkan, kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) menurut Yulianis, sudah tiga tahun juga tidak kunjung selesai. Walau dengan alasan asetnya terlalu banyak seperti dikatakan Jaksa KPK Yudi Kristiana.

Dalam kesempatan lain Yulianis juga menyorot perihal pembuktian KPK kepada terpidana mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

“Trus…. Apa bukti KPK kalo ini semua punya Pak ANAS ? Tidak ada satupun penyidik yg berani menjawab pertanyaan saya…” ungkap Yulianis.

“Kalo memang ini punya pak AU kenapa harta NZ lebih banyak ??? Tidak masuk akal saya sebagai orang keuangan,” imbuhnya.

Menurut wanita bercadar ini, kawan lamanya itu juga sempat berbicara mengenai Anas dan mengaku dia adalah salah seorang yang dipaksa berbohong untuk menjerat Anas Urbaningrum. Cara kerja KPK juga disorot oleh Yulianis, bahkan dirinya mengaku sempat menumpahkan keluh kesahnya kepada seorang penyidik KPK yang dihormatinya.

“Kalau cara kerja KPK seperti ini… Siap2 KPK akan hancur pak” tegas Yulianis kepada penyidik KPK tersebut, dan seminggu kemudian menurut Yulianis ucapannya terbukti ketika Duo pimpinan KPK Bambang Widjojanto disusul Abraham Samad menjadi tersangka Bareskrim Polri.

Yudhi Kristiana sendiri, menurut Yulianis, dalam persidangan agak “memuja” Nazaruddin sehingga dianggapnya akan ada konflik kepentingan bila Yudhi menjadi jaksa yang akan menyidangkan Kasus TPPU Nazaruddin ini. Yudhi Kristiana sendiri merupakan salah satu calon pimpinan KPK yang lolos ke tahap kedua Calon Komisioner KPK oleh Pansel KPK.

Ocehan Yulianis ini ternyata diteruskan sahabat Anas Urbaningrum, yang kini anggota DPD RI Gede Pasek ke akun Twitter Mahfud MD dan ditanggapi langsung oleh Mahfud bahwa tak ada yang menarik dari cuitan tersebut.

“Tak ada yg menarik, semua sudah rahasia umum. Saya agak ragu ini akun Yulianis sendiri sebab dia biasanya menutup diri,” respons Mahfud.

“Maaf pak…. Ini account saya asli…. Bapak boleh cek dengan biro hukum KPK” balas Yulianis seperti menegaskan dirinya tidak berlindung di akun anonim untuk hanya sekedar menyebarkan fitnah. “btw pak…. Kalo sudah rahasia umum apakah nurani bapak tidak terusik melihat fenomena seperti ini?” tanya balik Yulianis kepada Mahfud.

Tidak tertarik berlama-lama berdebat di media sosial, Mahfud kemudian mengundang Yulianis untuk bertemu di kantornya. Mahfud menerangkan bahwa dirinya akan membantu Yulianis untuk menghadap ke KPK, Kejaksaan dan Kementerian Hukum dan HAM serta pihak-pihak lainnya yang disorot oleh cuitan Yulianis tersebut.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini