nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Buah Alex Noerdin Didakwa Perkaya PT DGI Rp49 Miliar

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2015 16:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 07 29 337 1187364 anak-buah-alex-noerdin-didakwa-perkaya-pt-dgi-rp49-miliar-Qv2gn7I378.jpg Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pemprov Sumsel Rizal Abdullah (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Rizal Abdullah, didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp54,7 miliar dalam pembangunan Wisma Atlet. Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet itu juga menguntungkan PT Duta Graha Indah (DGI) sebesar Rp49.010.199.000.
 

"Memperkaya korporasi yaitu PT DGI sejumlah Rp49.010.199.000, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu merugikan keuangan negara sejumlah Rp54.700.899.000," kata Jaksa Penuntut Umum pada KPK, Nurul Widiasih saat membaca surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2015).

Dari informasi yang dihimpun diketahui PT DGI milik Muhammad Nazarudin itu telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enginering. Perubahan nama itu diputuskan dalam rapat umum pemegang saham pada 8 Agustus 2012, dan diketahui Sandiaga Uno menjadi komisaris di perusahaan tersebut.

Selain memperkaya korporasi, anak buah Alex Noerdin ini juga didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp359.000.000 dan USD4.468.34 serta memperkaya orang lain, yakni Musni Wijaya sejumlah Rp80.000.000, K.M. Aminuddin sejumlah Rp150.000.000, Irhamni sejumlah Rp40.000.000, Amir Faisol sejumlah Rp30.000.000.

Anas Tertawakan Nazaruddin di Persidangan

"Kemudian, Fazadi Afdanie sejumlah Rp20.000.000, M Arifin sejumlah Rp75.000.000, Sahupi sejumlah Rp60.000.000, Anwar sejumlah Rp35.000.000, Rusmadi sejumlah Rp50.000.000, Sudarto sejumlah Rp25.000.000, Hery Meita sejumlah Rp25.000.000, Darmayanti sejumlah Rp25.000.000 dan Muhammad Nazarudin sejumlah Rp4.675.700.000 atau Rp4,6 miliar," beber Jaksa Nurul.

Seperti diketahui, dalam pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumsel tahun 2010-2011, akibat perbuatan Rizal negara dirugikan sebesar Rp54.700.899.000 sesuai dengan laporan hasil pemeriksaan penghitungan kerugian negara yang dilakukan ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nomor: 103/HP/XVI/04/2015 tanggal 17 April 2015.

Perbuatan terdakwa tersebut diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini