Kaitkan Uang Suap & Kongres, Skenario Diskreditkan PDIP

Mohammad Saifulloh, Okezone · Rabu 15 Juli 2015 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 15 337 1182256 kaitkan-uang-suap-kongres-skenario-diskreditkan-pdip-ucTs5j1l8U.jpg

JAKARTA - Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada hari ini, untuk memberikan keterangan dalam penyelidikan kasus dugaan suap dengan tersangka Adriansyah, mantan anggota PDIP yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu.

"Saya datang lebih awal untuk memberikan keterangan yang diperlukan KPK terkait hal tersebut. Hal ini wajar karena sebelum dipecat dari keanggotaan PDIP, Adriansyah sebelumnya berstatus sebagai anggota fraksi PDIP DPR RI," jelas Hasto, Rabu (15/7/2015).

Menurut Hasto, kedatangannya itu berniat membantu KPK menegakkan hukum dalam rangka pemberantasan korupsi. Apalagi, dimunculkan isu bahwa Adriansyah menerima uang suap untuk pelaksanaan kongres PDIP di April lalu.

"Perlu saya tegaskan, beberapa waktu sebelum kongres dijalankan, DPP PDIP sudah menegaskan bahwa dana pelaksanaan kongres sudah tercukupi. Sehingga pada 2 April, dalam rapat Fraksi, DPP PDIP sudah menegaskan bahwa dana kongres sudah mencukupi dan tidak diperlukan bantuan dari anggota fraksi," jelas Hasto.

Dengan demikian, lanjutnya, dana yang diperoleh Adriansyah dalam proses suap yang ditangkap KPK adalah murni untuk kepentingan pribadi. Dana itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan pelaksanaan kongres PDIP.

"Upaya menghubung-hubungkan hal ini hanya merupakan bagian dari skenario politik untuk mendiskreditkan kami. Sikap tegas DPP PDIP yang memecat Adriansyah adalah sikap yang konsisten untuk menegakkan disiplin anggota Partai. Karena itulah pemecatan terhadap yang bersangkutan bersifat seketika," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Hasto mengatakan DPP PDIP mengingatkan kepada seluruh anggota, kader, dan para petugas Partai untuk betul-betul berdisiplin dan mengharamkan segala bentuk korupsi.

"Inilah pelajaran yang kami petik dan PDIP juga akan berfokus untuk mengembangkan sistem pengelolaan keuangan Partai berdasarkan prinsip akuntabilitas dan transparansi," ujar Hasto Kristiyanto.

Mantan politikus PDIP Adriansyah diduga menerima suap dari Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat sebesar Rp1 miliar, USD50 ribu, dan 50 ribu dolar Singapura. Dalam kaitan ini, kuasa hukum Andrew, Bambang Hartono, menduga sebagian uang suap yang diberikan ke Adriansyah untuk membantu kongres PDIP di Bali pada April kemarin. Namun, bantuan tersebut tidak terealisasi karena Adriansyah terlanjur ditangkap KPK.

Kendati demikian, Bambang tidak mau menyebut uang yang diberikan ke Adriansyah melalui anggota kepolisian Agung Krisdiyanto adalah suap untuk pengurusan izin pertambangan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Andrew Hidayat oleh jaksa penuntut umum telah didakwa menyuap Adriansyah Rp 1 miliar. Andrew juga menyerahkan uang suap ke Adriansyah dalam bentuk mata uang luar negeri yakni, USD50 ribu dan SGD50 ribu.

Adriansyah selaku Anggota DPR telah membantu pengurusan perizinan usaha pertambangan perusahaan-perusahaan yang dikelola Andrew Hidayat di Kabupaten Tanah Laut. Atas perbuatannya, terdakwa Andrew diancam pidana dalam Pasal 5 Ayat (1) Huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini