Hasto Bantah Uang Suap Adriansyah untuk Kongres PDIP

Gunawan Wibisono, Okezone · Rabu 15 Juli 2015 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 15 337 1182238 hasto-bantah-uang-suap-adriansyah-untuk-kongres-pdip-ETdmBEuVQL.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga anggota Komisi IV DPR Adriansyah diduga menerima suap dari Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat sebesar Rp1 miliar, 50 ribu dolar AS dan 50 ribu dolar Singapura.

Uang tersebut digunakan Adriansyah untuk membantu pembiayaan Kongres PDIP yang beberapa waktu lalu diselenggarakan di Bali.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa partai besutan Megawati ini tidak pernah meminta kepada kadernya memberikan uang dalam pembiayaan perhelatan akbar partai berlogo kepala banteng tersebut.

"Satu bulan sebelum kongres dan satu minggu sebelum kongres dalam rapat fraksi DPP Partai sudah menegaskan bahwa kami tidak memerlukan bantuan karena dana gotong-royong yang dikumpulkan oleh partai baik dari sumber internal maupun mereka yang peduli PDIP," ungkap Hasto di Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Hasto kembali menegaskan, bahwa dalam Kongres PDIP, partainya sama sekali tidak menerima uang bantuan sepeser pun dari Adriansyah.

"Dan terkait dengan dana, sama sekali tidak ada dana yang berasal dari Adriansyah. Itu firm karena kami sudah menegaskan jauh hari sebelumya bahwa untuk dana kongres kami tidak memerlukan bantuan-bantuan dari anggota fraksi," tegasnya.

KPK Tahan Anggota DPR F-PDIP

Sebelumnya, kuasa hukum Andrew, Bambang Hartono membenarkan uang suap yang diberikan ke Adriansyah untuk membantu kongres PDIP di Bali pada Arpil lulu. Namun, bantuan tersebut tidak terealisasi karena Adriansyah telanjur ditangkap KPK.

Bambang tidak mau menyebut uang yang diberikan ke Adriansyah melalui anggota kepolisian Agung Krisdiyanto adalah suap untuk pengurusan izin pertambangan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Andrew Hidayat didakwa jaksa penuntut umum pada KPK menyuap politikus PDI Perjuangan sebesar Rp 1 miliar. Andrew juga menyerahkan uang suap ke Adriansyah dalam bentuk mata uang luar negeri yakni, USD50 ribu dan SGD50 ribu.

Adriansyah selaku Anggota DPR telah membantu pengurusan perizinan usaha pertambangan perusahaan-perusahaan yang dikelola Andrew Hidayat di Kabupaten Tanah Laut. Atas perbuatannya, terdakwa Andrew diancam pidana dalam Pasal 5 Ayat (1) Huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini