Share

BSN akan Kaji Ulang SNI Pembalut Wanita

Neneng Zubaidah, Koran SI · Kamis 09 Juli 2015 05:29 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 09 337 1178660 bsn-akan-kaji-ulang-sni-pembalut-wanita-2XG2Ajn0Q5.jpg

JAKARTA - Badan Standar Nasional (BSN) akan mengkaji ulang SNI pembalut wanita. Menyusul kabar kandungan klorin pada pembalut yang berbahaya bagi manusia.

Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan, terkait dengan pembalut wanita, pada 2000, BSN telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), yaitu 16-6363-2000 Pembalut wanita.

SNI 16-6363-2000 mengacu pada Guide to Quasi Drug and Cosmetic Regulation in Japan, Standards for Sanitary Napkins, MHW Notification no 285, May 24, 1966 dan Penandaan memenuhi PerMenkes no 96/Menkes/Per/VI/1997 tentang Wadah, pembungkus, penandaan serta periklanan kosmetika dan alat kesehatan.

Dia mengatakan, berdasarkan SNI 16-6363-2000 persyaratan yang diatur dalam standar ini adalah meliputi persyaratan bahan, yaitu berbahan kapas serap, kertas serap, katun serap rayon, katun olahan, karboksimetilselulosa, pulpa jonjot dan kasa.

Lalu produksi harus bersih, tidak mengandung kotoran dan zat asing, tidak menyebabkan iritasi atau efek yang membahayakan lainnya, tidak melepaskan serabut pada waktu digunakan, tidak berbau, dan lembut. "Untuk warna, warna putih, kecuali sebagai tanda/identitas pada sisi yang tidak bersentuhan dengan tubuh," katanya ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (8/7/2015) malam.

Selain itu, keasaman atau kebasaan harus netral terhadap fenolftalein dan jingga metil; tidak berfluoresensi kuat atau tidak ada fluoresensi yang menunjukkan adanya kontaminasi, pada sisi yang bersentuhan dengan tubuh; daya serap tidak kurang dari 10 kali bobot pembalut; tidak mudah rembes; serta tidak mudah robek.

Namun tambah Bambang, dalam SNI tersebut memang belum dicantumkan kadar klorin pada pembalut wanita. Saat ini, lanjutnya, BSN tengah melakukan proses kaji ulang atas SNI yang sudah berusia lebih dari 5 tahun tersebut. "SNI yang sudah berusia lebih dari 5 tahun akan direviu sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar sehingga melindungi produsen, konsumen, tenaga kerja dan masyarakat dari aspek keamanan, keselamatan, kesehatan serta pelestarian fungsi lingkungan," tegasnya.

Bambang mengungkapkan, negara yang memiliki standar pembalut antara lain India dan Amerika. Di India dalam Indian Standard (IS) 5405:1980 Specification For Sanitary Napkin, persyaratan yang diatur dalam standar tersebut yaitu Absorbent Filler, Covering, Pad Size, pH, Disposability, Absorbency and Absorbability, dan Sensory Tests.

Di Amerika, Food and Drug Administration (FDA) mengeluarkan Guidance for Industry and FDA Staff Menstrual Tampons and Pads: Information for Premarket Notification Submissions. Pada guidance ini dibagian performance characteristics, FDA merekomendasikan agar tampon bebas dari 2,3,7,8- tetrachlorodibenzo-p-dioxin (TCDD)/2,3,7,8-tetrachlorofuran dioxin (TCDF) dan residu pestisida dan herbisida lainnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini