Share

Demokrat Akan Baik-Baik Saja Tanpa Marzuki Alie

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 07 Juli 2015 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 07 337 1177403 demokrat-akan-baik-baik-saja-tanpa-marzuki-alie-ycyrhV5ypA.jpg Elite Partai Demokrat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto menilai Partai Demokrat akan baik-baik saja jika Marzuki Alie keluar, lantaran sakit hati tak masuk dalam struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode 2015-2020.

Bahkan, Nico mengatakan Partai Demokrat sudah tak menginginkan mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), tersebut untuk menempati posisi atau pengurus di elite partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

"Sepertinya memang Marzuki sudah tidak dikehendaki menjadi elite Partai Demokrat, jadi kalaupun keluar tak akan menjadi masalah bagi Demokrat," jelas Nico saat berbincang dengan Okezone, Selasa (7/7/2015).

 Pelantikan Pengurus Partai Demokrat

Terkait dengan ajakan mantan politisi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika yang menyarankan agar Marzuki Alie tidak ragu untuk segera mengundurkan diri dari partai berlambang mercy itu, Nico menganggap sangat sulit bagi mereka apabila ingin mendirikan partai poilitik baru.

"Keduanya tidak memiliki ketokohan, jaringan, maupun sumber pendanaan untuk tumbuhnya parpol baru. Mendirikan ormas saja belum tentu banyak yang bergabung, karena belum banyak pemikiran maupun visi politik baru yang ditawarkan," jelas Nico.

Menurut Nico, Demokrat yang saat ini dipimpin SBY tak ingin lagi memasukkan kader-kadernya yang pernah dianggap berani menantang maupun menentang keinginan atau kebijakan partai. Dengan tidak dimasukkannya tokoh seperti Marzuki Alie, SBY ingin menunjukkan ketegasannya agar para kadernya dapat bersikap loyal.

Selain itu, Nico menganggap alasan SBY tidak memasukan tokoh-tokoh yang dianggapnya melawan kebijakan partai adalah untuk menjaga konsolidasi partai. Hal ini untuk menjaga keutuhan partai yang sedang merosot elektabilitasnya, terlebih menjelang Pilkada serentak akhir tahun 2015 ini.

"Dengan sinyal yang keras ini, maka tentu pucuk pimpinan menginginkan adanya demokrasi terpimpin di Partai Demokrat supaya konsolidasi tidak tercabik-cabik oleh kepentingan-kepentingan politiik sempit sejumlah elitnya. Ini merupakan resep paling jitu untuk menjaga soliditas partai yang sedang menurun kinerja elektoralnya," tutup Nico.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini