Sanksi Ringan, Helikopter Malaysia Mudah Bersliweran

Raiza Andini, Okezone · Selasa 30 Juni 2015 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 30 337 1173527 sanksi-ringan-helikopter-malaysia-mudah-bersliweran-gSjpyAye97.jpg Ilustrasi. (dok.Okezone)

JAKARTA - Helikopter milik Malaysia melintasi perbatasan Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, tanpa izin pada hari Minggu 28 Juni 2015 membuat Kapten Infanteri TNI AU geram.

Pengamat militer Susaningtyas Nefo H Kertopati mengatakan helikopter dari negara manapun akan leluasa melintasi perbatasan Indonesia, jika pemerintah Indonesia tidak memberikan sanksi yang berat.

"Pelanggaran itu di masa datang akan terus terjadi bila dendanya masih ringan," papar wanita yang akrab disapa Nuning kepada Okezone, Selasa (30/6/2015).

Menurutnya, undang-undang penerbangan masih belum maksimal menerapkan sanksi dan tidak membuat jera negara lain untuk dapat melintasi perbatasan udara di Indonesia. Pasalnya, sanksi atas pelanggaran tersebut tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan negara untuk membeli pesawat tempur TNI AU.

"Memang sanksi atau denda yang diterapkan untuk pelanggaran ini masih terlalu rendah, dendanya hanya Rp60 juta," tambah Nuning.

Ia pun meminta pemerintah bisa menindak tegas pelanggar dari negara manapun agar tidak semena-mena melewati perbatasan baik di laut, udara maupun darat Indonesia.

"Ya harus ada diplomatik clearance dan jangan terlalu ringan," katanya.

Dia menambahkan, berdasarkan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, TNI AU berwenang untuk melakukan penyidikan perihal pertahanan udara. Namun, kewenangan penyidikan saat ini masih dikuasai oleh Kementerian Perhubungan. Sedangkan TNI AU melalui Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) hanya berwenang menangkap pesawat yang melintah wilayah udara Indonesia yang tanpa izin.

"Regulasinya harus dibenahi segara jangan sampai ini terulang kembali," simpulnya.

Sebagaimana diketahui, pesawat udara jenis helikopter dengan logo GRAND 9M-YMH mendarat langsung di halipad pos Aji Kuning Sebatik Indonesia yang didalamnya berisikan anggota perwira dari Malaysia dan juga membawa Menteri Tenaga Kerja Malaysia. (ang)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini