Dahlan Akui Ada Tanah Fiktif pada Proyek Gardu Listrik

Feri Agus Setyawan, Okezone · Selasa 16 Juni 2015 21:11 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 16 337 1166514 dahlan-akui-ada-tanah-fiktif-pada-proyek-gardu-listrik-KKiUHleVjN.jpg Dahlan Iskan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT PLN, Dahlan Iskan‎ membenarkan adanya sejumlah tanah yang belum tersedia dalam proyek pembangunan 21 Gardu Induk (GI) di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara‎.

Hal itu, disampaikan Dahlan melalui Kuasa Hukum, Yusril Ihza Mahendra usai menjalani pemeriksaan.

"Begini, tanah gardu itu memang ada yang tidak ada, tapi itu kan diketahui belakangan. Pak Dahlan sendiri sebagai Dirut PLN itu kan menerima laporan dari bawahan oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen-red)," kata Yusril di Kantor Kejati DKI Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2015).

Dalam pembangunan 21 gardu listrik PLN itu yang menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah Hengky Wibowo dan Yusuf Mirand.

Menurut Yusril, kliennya menyerahkan soal pekerjaan lapangan kepada para PPK. Sehingga, Dahlan sebagai pimpinan tak perlu melakukan pengecekan ke lapangan.

"PPK itu sudah membuat fakta integritas, jadi sebagai seorang top manajemen tentu tidak dapat memeriksa ke lapangan. Pejabat administrasi itu, mendasarkan keterangan pada bukti formil tidak pada bukti materil cek ke lapangan," ungkapnya.

Untuk itu, Yusril mengklaim pihak yang paling bertanggungjawab dalam dugaan korupsi mega proyek pembangunan gardu listrik yang menelan biaya hingga Rp1,063 triliun ini adalah para PPK yang diberi mandat oleh Dahlan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) saat itu.

"Jadi kalau laporan itu sudah ditandatangani oleh pejabat yang menjadi tanggungjawab (PPK), itu sudah dipercaya oleh Pak Dahlan," tandasnya.

Untuk diketahui, pembangunan 21 gardu listrik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu berjalan sejak Desember 2011 dengan target selesai pada Juni 2013.

Proyek itu mengerjakan pengadaan pemasangan dan transportasi pekerjaan elektromekanikal serta pengadaan pemasangan dan transportasi pekerjaan sipil.

Yusril Protes ke KPU

Proyek Gardu Induk (GI) listrik berkapasitas 150 kilovolt itu sudah rampung di lima unit, yakni GI New Wlingi, Fajar Surya Extention, Surabaya Selatan, Mantang, dan Tanjung. Sebanyak tiga proyek yang tidak dilakukan kontrak adalah GI Selong, Soe/Nonohanis, dan Kafamenanu.

Sementara itu, 13 proyek lainnya terbengkalai, yaitu GI Malimping, Asahimas Baru, Cilegon Baru, Pelabuhan Ratu Baru, Porong Baru, Kedinding, Labuhan, Taliwang, Jatiluhur Baru, Jatirangon II, Cimanggis II, Kadipaten, dan New Sanur.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini