Share

Hakim Telah "Memutilasi" Anak Anas

Gunawan Wibisono, Okezone · Selasa 09 Juni 2015 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 09 337 1162728 hakim-telah-memutilasi-anak-anas-QvUQnClA6Z.jpg Anggota DPD RI, Gede Pasek (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) resmi menambah hukuman kepada mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dari tujuh tahun menjadi 14 tahun penjara.

Menanggapi hal itu, loyalis Anas Urbaningrum, Gede Pasek Suardika, mengatakan bahwa vonis tersebut terlalu berlebihan, karena telah menambah dua kali lipat hukuman dari yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor.

"Hukuman Anas sadis. Ini kan namanya sadisme hukum," ujar Pasek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2015).

Anggota DPD dari Bali ini juga mengatakan Ketua Majelis Hakim Artidjo Alkostar terlalu kejam dengan menambah hukuman tersebut. Pasalnya, tidak mempertimbangkan rasa keadilan.

"Ini bukan pemberian efek jera. Kalau efek jera untuk kapok. Ini untuk memutilasi, karena anak dia sampai dewasa tidak bisa berinteraksi dengan sehat. Majelis hakim 'memutilasi' Anas menjadikan anaknya tidak sehat," tegasnya.

Sebelumnya, MA menolak kasasi yang diajukan Anas dan mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) dengan memutus pidana 14 tahun penjara dengan denda Rp5 miliar subsider satu tahun empat bulan kurungan penjara serta mencabut hak politiknya.

Anas juga harus membayar uang pengganti Rp57.592.330.580 kepada negara. Jika tidak dibayar, kekayaannya akan dilelang, dan jika masih belum cukup akan diganti dengan penjara selama empat tahun.

Majelis berkeyakinan Anas telah melakukan perbuatan melanggar hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pindak Korupsi juncto Pasal 64 KUHP.

Kemudian, Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Lalu Pasal 3 Ayat (1) huruf c UU Nomor 15 Tahun 2002 juncto UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang TPPU.

Anas divonis dalam perkara korupsi dan tindak pidana pencucian uang pada proyek pembangunan P3SON di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. (awl)

Follow Berita Okezone di Google News

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini