Bos Sentul City Divonis 5 Tahun Penjara

Feri Agus Setyawan, Okezone · Senin 08 Juni 2015 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 08 337 1161939 bos-sentul-city-divonis-5-tahun-penjara-qAfi1P2OJM.jpg Ilustrasi (Faridha/Okezone)

JAKARTA - Presiden Direktur (Presdir) PT Sentul City yang juga Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri (BJA), Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng dijatuhi hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (8/6/2015).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana merintangi penyidikan perkara korupsi dan korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan ke satu dan kedua," kata Ketua Majelis Hakim, Sutio Jumadi Akhirno saat bacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Majelis Hakim, Swie Teng telah memenuhi unsur-unsur dalam dakwaan pertama, yakni merintangi proses penyidikan KPK dalam perkara atas nama F.X Yohan Yap. Perbuatannya itu diatur dan diancam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, Swie Teng juga dinilai bersalah dalam dakwaan kedua pertama, yakni secara bersama-sama memberikan suap sebesar Rp5 miliar kepada Rachmat Yasin selaku Bupati Bogor saat itu untuk menerbitkan rekomendasi tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri.

Perbuatannya tersebut, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Lebih lanjut, menurut Majelis, hal yang memberatkan dalam putusan ini bagi Swie Teng adalah karena perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme. "Hal yang meringankan adalah terdakwa dinilai sopan, belum pernah dihukum, berusia lanjut, dalam kondisi sakit-sakitan, menunjukan sikap kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan," imbuh Majelis Hakim.

Sebelumnya Cahyadi dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dengan hukuman 6,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair 5 bulan kurungan. Dia diyakini terbukti menghalang-halangi perkara penyidikan di KPK serta menyuap Bupati Bogor saat itu Rachmat Yasin.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini