Pilih Panglima, Jokowi Belajar dari Kisruh Kapolri

Qur'anul Hidayat, Okezone · Senin 08 Juni 2015 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 08 337 1161850 pilih-panglima-jokowi-diharapkan-belajar-dari-kisruh-kapolri-I1KhUwN9Fk.jpg Panglima TNI rapat bersama DPR RI. (Foto: Quranul Hidayat)

JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berharap, pergantian Panglima TNI dilakukan sesuai dengan prosedur dan Undang-Undang tentang TNI. Hal itu diyakini bisa mencegah munculnya kisruh seperti yang terjadi saat pergantian Kapolri beberapa waktu lalu.

"Sepanjang kita mengacu pada perundang-undangan yang ada, itu akan menutup segala macam bentuk kontroversi atau hiruk pikuk," ujarnya jelang rapat kerja dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Terlebih, kata Mahfudz, tiga kepala staf TNI yakni KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAL Laksmana Ade Supandi, dan KSAU Marsekal Agus Supriatna sama-sama punya kemampuan yang mumpuni dalam mengemban tugas sebagai panglima TNI.

"Tiga kepala staf TNI kita yang ada, semuanya punya kompetensi, punya track record, punya kemampuan yang sama yang relatif berimbang," tuturnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan tradisi internal TNI tersebut guna menghindari kontroversi berkepanjangan. Tradisi itu adalah posisi jabatan panglima diisi secara bergantian oleh TNI AL, TNI AD, dan TNI AU.

"Kalau pergantian panglima TNI ini terjadi hiruk pikuk dan kontroversi, maka hanya akan merugikan negara dan menganggu kewibawaan TNI juga. Mudah-mudahan enggak ada karena belajar dari pengalaman kisruh Kapolri kemarin. Rasanya capek sendiri," ucap Mahfudz.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini