Bos Sentul City Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Feri Agus Setyawan, Okezone · Senin 08 Juni 2015 04:14 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 08 337 1161678 bos-sentul-city-jalani-sidang-vonis-hari-ini-5NXnrUxfH6.jpg

JAKARTA - Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri (BJA) yang juga bos Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng, akan menjalani sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pukul 10.00 WIB, Senin (8/6/2015).

Sebelumnya, Cahyadi dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), dengan hukuman 6,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta, subsider lima bulan kurungan penjara.

Swie Teng diyakini terbukti menghalang-halangi perkara penyidikan di KPK, serta menyuap Bupati Bogor saat itu, Rachmat Yasin.

Seperti diketahui, Cahyadi telah didakwa dengan dua sangkaan. Pada dakwaan pertama, Bos Sentul City itu didakwa merintangi penyidikan dengan berupaya menghilangkan barang bukti, serta mempengaruhi saksi di dalam persidangan FX Yohan YAP, perwakilan PT BJA yang menyuap Rachmat Yasin mantan Bupati Bogor.

Menurut Jaksa KPK, Cahyadi terbukti menghalangi penyidikan KPK dengan cara memerintahkan sejumlah orang untuk memutus mata rantai keterlibatan dirinya, dalam kasus suap Rachmat Yasin, setelah FX Yohan Yap yang merupakan anak buahnya ditangkap KPK.

Salah satu cara memutus keterlibatan dirinya menurut Jaksa KPK, Cahyadi memerintahkan sejumlah orang untuk memindahkan dokumen berkaitan dengan proses pengurusan rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor atas nama PT BJA.

Menurut JPU, dalam perbuatannya itu, Cahyadi melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Kemudian pada dakwaan kedua, Cahyadi secara bersama-sama dengan Yohan Yap, diduga memberi suap kepada Rahmat Yasin selaku Bupati Bogor saat itu, sebesar Rp4,5 miliar dari Rp5 miliar yang dijanjikan. Tujuannya agar rekomendasi tukar menukar kawasan hutan seluas 2.754 hektar tersebut diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Uang dari PT BJA itu diserahkan melalui Yohan secara bertahap mulai Februari hingga Mei 2014. Pada 6 Februari 2014, Yohan memberikan uang Rp1 miliar di rumah Yasin. Kemudian Maret 2014, Yohan kembali memberi uang sebesar Rp2 miliar kepada Yasin di Rumah Dinas.

Terakhir pada 7 Mei 2014, sekira pukul 16.00 WIB, Yohan bertemu Kepala Dinas Pertanian Bogor M. Zairin di Taman Budaya, Kabupaten Bogor untuk menyerahkan sisa komitmen suap kepada Yasin Rp1,5 miliar. Namun saat itu keduanya di bekuk Satgas KPK yang dilanjutkan penangkapan Yasin.

Terkait dengan sangkaan ini, Cahyadi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini