Share

Annas Maamun: Hidup Saya seperti Peribahasa

Tri Ispranoto, Okezone · Rabu 03 Juni 2015 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 03 337 1159543 annas-maamun-hidup-saya-seperti-peribahasa-59t6B94Qnc.jpg Foto: Dok. Okezone

BANDUNG – Diusia senja, mantan Gubernur Riau, Annas Maamun harus duduk di bangku pesakitan untuk menghadapi tuntutan dugaan korupsi alih fungsi lahan di Provinsi Riau senilai miliaran rupiah. Politisi asal Partai Golkar tersebut menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung dan sehari-hari ditahan di Lapas Sukamiskin sebagai tahanan titipan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya ini sudah 54 tahun mengabdi. Mulai dari pegawai biasa, 34 tahun di pemerintahan (PNS), dan 18 tahun di dunia politik. Saya berharap itu menjadi pertimbangan majelis hakim," ucap Annas, Rabu (3/6/2015).

Pria berusia 78 tahun itu kini berharap kemurahan hati dari majelis hakim atas tuntutan JPU yang menuntutnya dengan hukuman enam tahun penjara dan denda Rp250 juta subside lima bulan penjara. Annas yang mulai sakit-sakitan ini pun menggambarkan perjalanan karirnya yang berpuluh-puluh tahun sirna akibat kasus yang menimpanya saat ini.

"Hidup saya ini seperti peribahasa, hapus panas setahun oleh hujan sehari," tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Annas, Sirra Prayuna menilai, kliennya tidak bersalah dan melanggar Pasal 12 UU huruf b dan a, UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, seperti yang dituntut oleh JPU.

"Pemberian dari Gulat untuk melakukan sesuatu dalam hal ini alih fungsi hutan menjadi area perkebunan kelapa sawit. Padahal, itu bukan kewenangan gubernur, tapi hanya usulan saja karena yang menentukan adalah menteri kehutanan," terangnya.

Sirra pun optimis kliennya bisa terbebas dari jeratan hukum lainnya lantaran dari hasil penelitian tidak ada hal yang menyebutkan pembagian 'proyek' di sejumlah dinas di Provinsi Riau.

"Terlebih KPK dalam prosesnya tidak melakukan rangkaian penyelidikan, penyidikan, dan hanya memasukan pasal saja," pungkasnya. (ira)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini